Anomali Liverpool: Antara Treble atau Kegagalan
Dengan berjumpa Galatasaray dua kali di Liga Champions musim ini, sudah seharusnya Arne Slot punya formula yang tepat alih-alih kalah untuk yang ketiga kalinya. Liverpool harus belajar dari kesalahan jika ingin terus melangkah.
Arne Slot bisa mengerahkan kekuatan penuh kontra Galatasaray. Kiper utama mereka, Alisson Becker sudah prima meski sempat absen di pertemuan sebelumnya.
Kiper asal Brasil itu sudah kembali merumput saat imbang dramatis lawan Tottenham Hotspur di Premier League pekan lalu. Perannya diharapkan bisa maksimal demi menjaga agar defisit gol tak bertambah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di satu sisi, lini belakang Liverpool harus bekerja ekstra karena Galatasaray punya barisan bomber yang mengerikan. Victor Osimhen adalah sosok yang dimaksud. Belum lagi ada Mauro Icardi yang jadi pelapis.
Selain itu, Galatasaray bukan semata-mata klub penampung pemain berusia senja. Skuad Aslanlar punya barisan penggawa berusia emas yang berkualitas.
Pos gelandang serang yang diisi Gabriel Sara (26 tahun) didampingi oleh sayap mumpuni terdiri dari Baris Yilmaz (25 tahun) dan Noa Lang (26 tahun). Suplai bola mereka datang dari tandem double pivot sosok matang Gabriel Sara dan Mario Lemina.
Kolektivitas jadi kunci bagi Galatasaray dalam menyapu bersih lima kemenangan di lima laga terakhir pada semua kompetisi. Aspek ini yang sementara hilang dari Liverpool di musim kedua era Arne Slot.
Padahal Liverpool punya pemain inti dengan kemampuan teknikal di atas rata-rata. Tapi nama-nama seperti Dominik Szoboszlai, Florian Wirtz, Mohamed Salah, Alexis Mac Allister dan Ryan Gravenberch kesulitan menyambungkan untaian bola dalam membangun serangan.
Hal serupa juga terjadi dalam skema bertahan. Ini yang membuat lawan bisa memaksimalkan peluang baik dari permainan terbuka saat dibobol Tottenham Hotspur atau bola mati kala gol Galatasaray dalam kurun sepekan terakhir.
Selain kolektivitas, Liverpool juga bermasalah dalam persistensi. The Reds tercatat kehilangan poin penuh dalam delapan pertandingan di Premier League akibat kebobolan di atas menit ke-90.
Kejebolan di menit akhir dan gagal menang dalam momen yang tak satu kali dua kali mengisyaratkan ada hal yang salah. Ini tak boleh terulang.
Selagi ada kesempatan, Liverpool perlu menjawab keraguan. Sebab hasil leg kedua lawan Galatasaray bisa jadi titik balik bagi Arne Slot untuk tetap tinggal atau jabatannya terpental.
(ikw/rhr) Add
as a preferred source on Google