Ole Romeny: Persimpangan Fantasista dan Masalah Striker Indonesia
John Herdman menyatakan bakal melakukan evaluasi dalam urusan lini depan. Ia membuka ruang untuk mengasah pemain yang sudah ada atau menggali potensi baru.
Dalam agenda FIFA Series 2026, ada tiga striker murni yang dipanggil. Mereka adalah Ramadhan Sananta, Mauro Zijlstra, dan menyusul Jens Raven.
Ole Romeny sebenarnya berasal dari striker murni. Namun di level klub, pemain 25 tahun itu kini lebih sering dipasang sebagai penyerang sayap kiri.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dengan adanya sosok nomor 9 pada pemain lain, wajar bagi Herdman menempatkan Ole Romeny di titik lain sebagai free role. Keputusan ini jelas mencerminkan sang pelatih ingin permainan Timnas Indonesia lebih dinamis.
Tapi dinamisasi itu belum dibarengi oleh kehadiran penyerang ganas dengan kualitas penyelesaian brilian. Ini PR bagi Herdman dalam menemukan orang yang tepat.
Sosok nomor 9 di Timnas Indonesia bak kepingan puzzle yang belum lengkap. Pemain yang sudah ada saat ini sedianya masih hijau. Namun dengan usia yang muda, ruang untuk belajar masih sangat terbuka.
Di satu sisi, apakah Timnas Indonesia di era John Herdman benar-benar butuh penyerang murni? Ataukah skuad Garuda perlu mengadaptasi sistem False 9 yang populer dalam 15 tahun terakhir?
Pertanyaan ini hanya John Herdman yang pantas menjawab. Tentunya pelatih paham kondisi skuad dan masing-masing individu.
Kebetulan Herdman bukan tipe pelatih yang saklek dalam satu pola. Pola pikirnya terlihat modern saat melihat peran setiap pemain bisa berbeda-beda tergantung kondisinya.
Menyuruh Kevin Diks maju jauh hingga ke kotak penalti jadi contohnya. Atau juga Elkan Baggott yang berlari-lari di zona pertahanan lawan sambil menggiring bola. Calvin Verdonk bahkan mengemban tugas sebagai inverted fullback lantaran diminta jadi gelandang bertahan.
Dengan gambaran ini, agaknya persoalan efektivitas serangan Timnas Indonesia tak melulu tentang mencari orang baru. Namun dengan kolam talenta yang Indonesia punya, skuad Garuda perlu menggali potensi terbaik dari pemain yang bisa begini, bisa begitu. Serbabisa adalah kunci.
(nva) Add
as a preferred source on Google