Presiden FIGC Resmi Mundur Imbas Italia Gagal Lolos Piala Dunia 2026
Gabriele Gravina resmi mengundurkan diri dari jabatan presiden Federasi Sepak Bola Italia (FIGC) buntut kisah tragis timnas Italia gagal ke Piala Dunia 2026.
Gravini mengumumkan pengunduran dirinya di markas FIGC di Roma, yang turut dihadiri para presiden federasi, termasuk perwakilan dari Serie A, Serie B, dan Liga Amatir nasional.
"Pada awal pertemuan, Gravina menginformasikan kepada para perwakilan yang hadir... bahwa ia telah mengundurkan diri dari jabatan yang dipegangnya sejak Februari 2025," tulis pernyataan resmi FIGC.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Gravina juga menyerukan diadakannya Kongres Luar Biasa FIGC untuk pemilihan presiden baru pada 22 Juni di Roma.
Keputusan ini diambil Gravina tak lama setelah timnas Italia dipastikan absen ke Piala Dunia 2026 usai disingkirkan Bosnia and Herzegovina di final playoff.
Sebelumnya, desakkan mundur juga disuarakan para politikus ternama Italia. Perdana Menteri Giorgia Meloni dan Menteri Olahraga Italia Andrea Bodi turut bereaksi.
"Ini adalah aib yang tidak bisa diterima. Sepak bola Italia membutuhkan perombakan total, dimulai dengan pengunduruan diri Gabriele Gravina," ujar Meloni via Instagram.
Sementara itu, Menteri Olahraga Itali Andrea Bodi juga meminta FIGC bertanggung jawab penuh atas kegagalan Italia di final playoff Piala Dunia. Italia disingkirkan Bosnia and Herzegovina lewat adu penalti setelah bermain imbang 1-1 di waktu normal.
"Ketika kita gagal lolos ke Piala Dunia selama tiga turnamen berturut-turut, mungkin akan bijaksana untuk merenungkan situasi ini," kata Abdodi dikutip dari Reuters.
"Ini bukan hari biasa dan saatnya kata cukup atau memuaskan, untuk sekadar mengalihkan tanggung jawab dengan mengatakan bahwa kami mengharapkan lebih dari organisasi," ujar Abodi menambahkan.
Tanggung jawab penuh harus dilakukan FIGC karena timnas Italia sudah tiga kali beruntun gagal manggung di Piala Dunia.
"Yang terpenting adalah tanggung jawab dan kesadaran tentang apa yang telah terjadi. Bukan hanya soal kemarin, karena ini bukan kegagalan pertama kalinya," tegas Abodi.
(jun/jun/jal) Add
as a preferred source on Google