Bersinar di Piala AFF 2026, Regenerasi Timnas Futsal Sesuai Rencana?
Sebelum berteriak 'King Indo is Back!' ada kalanya publik perlu melihat Timnas Futsal Indonesia dari sudut yang lebih luas. Juara tentu jadi harapan, tapi proses menggapai tujuan itu yang tak boleh sirna dari pandangan mata.
Sebelum berangkat ke Thailand, lokasi Piala AFF Futsal 2026 berlangsung, Hector Souto terang-terangan menyebut waktu persiapan anak asuhnya tidak ideal. Mereka hanya punya waktu efektif lima hari untuk berkumpul.
Dengan periode yang sempit, Souto perlu meringkas program agar mudah dicerna Muhammad Sanjaya dan rekan-rekan. Terlebih dengan kehadiran pemain debutan, pembentukan mental jadi kuncian.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ini pula yang jadi alasan pelatih asal Spanyol itu hanya mematok target tembus semifinal. Tidak ada kata 'trofi' keluar dari lisannya saat pewarta berulang kali bertanya soal target. Ia sadar, pencapaian dalam proses tak cuma berkutat soal gelar juara.
Tapi, Souto perlu sadar pula bahwa panggung besar akan menanti skuad Garuda. Piala Asia Futsal 2028 sekaligus Piala Dunia Futsal 2028 adalah tujuan dari ini semua.
Kualifikasi Piala Asia 2028 yang berlangsung September 2027 adalah pintu menuju ke panggung benua dan dunia. Untuk menuju ke sana, Timnas Futsal Indonesia perlu memupuk tim terbaiknya.
Jika ditelisik lebih dalam, keputusan Souto melakukan penyegaran bisa dipandang sebagai proyeksi menuju agenda dua tahun mendatang. Melihat usia pemain-pemain di Piala AFF Futsal 2026, agaknya mereka sudah menjelang matang.
Lima pemain debutan di Piala AFF Futsal 2026 berusia setidaknya 22 tahun. Dalam lingkup futsal, sebenarnya ini bukan umur yang belia.
Daniel Yeimo sudah 22 tahun, lalu Imam Anshori 23 tahun, Andarias Kareth 26 tahun, Muhammad Sanjaya 26 tahun, dan Piter Everardus 27 tahun. Jika bisa konsisten, pemain-pemain ini cukup untuk proyeksi menuju 2028 mendatang.
Dan di Piala AFF Futsal 2026 inilah jadi tahap pertama para pemain ini membuktikan kualitasnya. Usai diberi kesempatan, wajib bila setiap individu habis-habisan di setiap detiknya.
Melihat tiga laga di babak penyisihan, nampak Souto sudah menempatkan setiap paket sesuai dengan kapasitasnya. Ada yang trengginas dalam urusan build-up, ada yang klinis dalam penyelesaian, hadir pula yang stabil menjaga tempo permainan.
Dari situ, benang merah yang perlu ditempa adalah mental juara. Setelah agak kendur saat lawan Malaysia, semangat juang tim Garuda nampak menyala lawan Australia. Semangat ini yang perlu dijaga untuk melawan Vietnam semifinal Piala AFF Futsal 2026.
(jal) Add
as a preferred source on Google