ANALISIS

Timnas Indonesia vs Vietnam: Duel Kaliber Souto vs Giustozzi

Askar Fatih Robbani | CNN Indonesia
Jumat, 10 Apr 2026 06:30 WIB
Kecerdasan Hector Souto bersama Timnas Futsal Indonesia akan diuji arsitek Vietnam Diego Giustozzi dalam semifinal Piala AFF 2026.
Mentalitas pemain Timnas Futsal Indonesia akan diuji Vietnam dalam semifinal Piala AFF Futsal 2026. (Dok. FFI)

Hector Souto tidak menutup mata atas kualitas Vietnam. Di bawah komando Diego Giustozzi, Vietnam jadi tim yang membuatnya tertantang.

"Persiapan kami selalu menantang karena Diego Giustozzi adalah sosok dengan standar tinggi, dan dia berkualitas dunia. Dia sudah berada di Timnas Vietnam sejak Agustus 2022," kata Souto.

"Mereka sudah bersiap dengan skuad yang relatif serupa. Hanya satu pemain berbeda setelah Piala Asia. Kita bisa lihat bagaimana mereka menyulitkan kami di perempat final Piala Asia." 

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ucapan Souto bukan basa-basi. Vietnam memang datang ke semifinal dengan performa yang stabil dan sudah punya chemistry satu sama lain. Lain halnya dengan tim Merah Putih.

Tim yang dibawa pria Spanyol ini ke Thailand juga tak pantas disebut pemain belia. Yeimo berusia 22, Imam Anshori 23, Andarias Kareth dan Muhammad Sanjaya 26, dan Piter Everardus 27.

Mereka ini lebih elok dikategorikan tenaga baru Timnas Indonesia. Dari sisi usia sudah cukup matang. Artinya, yang sedang diuji adalah mentalitas bertanding.

Pada titik inilah, semifinal kontra Vietnam menjadi ujian sesungguhnya. Disipilin, fokus, soliditas, mentalitas, hingga etos para pemain akan diuji dengan tes yang kuat.

Penyelesaian akhir akan menjadi kunci dalam laga semifinal di Nonthaburi, Jumat (10/4). Vietnam di bawah Giustozzi agresif menekan, tetapi jadi pragmatis bertahan kalau sudah unggul.

Hal ini terlihat jelas kala Timnas Futsal Indonesia takluk 0-1 dalam SEA Games 2025. Usai mendapat satu gol, Vietnam sangat solid dalam urusan menjaga barisan pertahanan.

Untuk Piala AFF 2026, Souto memburu semifinal. Tidak ada kata trofi yang keluar dari lisannya soal target. Ia sadar, dengan persiapan lima hari, gelar juara bukanlah prioritas.

Namun semifinal adalah titik di mana kalkulasi bisa berubah. Sudah sejauh ini, peluang ke final harus dikejar. Dan, lawan di depan bukan tim yang akan memberi ruang untuk bermain santai.

Vietnam sudah membuktikan sebagai tim yang sulit ditembus. Kekalahan dari Thailand di babak grup bukan gambaran sesungguhnya. Giustozzi banyak menyimpan tenaga pemainnya.

Dalam semifinal ini efektivitas kiranya akan menjadi kunci. Yang lebih pandai mengkonversi peluang dan lebih solid menutup pressing lawan, akan keluar sebagai pemenang.

Souto sudah dua kali mengalahkan Giustozzi. Kini ia harus menguji bahwa sistemnya bisa bekerja meski tanpa pemain-pemain utama. Jika berhasil, itu bukan sekadar kemenangan, tapi bukti kejeniusan.

(abs/ptr) Add as a preferred
source on Google

HALAMAN:
1 2