Madrid Enggan Pulang dengan Tangan Hampa, tapi Munchen Punya Segalanya
Real Madrid tak ingin pulang dengan tangan hampa, tapi Bayern Munchen punya segalanya untuk mempertahankan keunggulan demi tiket semifinal Liga Champions 2025/2026 sekaligus mengusung ambisi juara.
Satu kaki Bayern Munchen sudah di semifinal. Tapi mereka harus mengangkat satu kaki lainnya dari babak perempat final. Unggul agregat 2-1 harus dituntaskan dengan mempertahankan keadaan.
Die Roten hanya butuh minimal hasil imbang untuk memastikan tempat di babak empat besar. Perjalanan bahkan semakin manis jika duel di Stadion Allianz Arena, Kamis (16/4) pukul 02.00 WIB itu berbuah kemenangan. Namun tentu saja, angan-angan itu tak semudah membalikkan telapak tangan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebab El Real bakal habis-habisan. Hanya ada tekad merebut kemenangan demi mengubah keadaan. Unggul minimal dua gol adalah harga yang harus dibayar Kylian Mbappe dan kawan-kawan.
Namun Madrid tengah dalam masalah menyoal komposisi pemain. Dua pemain bintang, Thibaut Courtois dan Rodrygo masih belum bisa merumput karena cedera serius. Gelandang sentral, Aurelien Tchouameni juga kena suspensi akibat tiga kartu kuning di Liga Champions musim ini.
Secercah harapan muncul di lini depan setelah Kylian Mbappe dinyatakan prima. Namun bisa saja striker asal Prancis itu tak maksimal karena luka jahitan di pelipisnya akibat kena sikut lawan di La Liga pekan lalu.
Meski kedalaman skuad bakal berkurang akibat absennya nama-nama tadi, Los Blancos tetap punya kekuatan maksimal. Posisi kiper sudah jadi garansi Andriy Lunin yang didampingi empat bek sejajar terdiri dari Trent Alexander Arnold, Antonio Rudiger, Dean Huijsen, dan Alvaro Carreras.
Sedangkan lini tengah, trio Eduardo Camavinga, Federico Valverde, dan Jude Bellingham mesti jadi kunci dalam transisi bertahan ke menyerang. Peran mereka begitu penting untuk memberi ruang bagi trisula di lini depan.
Tiga pemain yang berjejer di depan, Arda Guler, Vinicius Junior dan Kylian Mbappe wajib efektif. Ini karena lini belakang Bayern Munchen yang cenderung pragmatis dalam bertahan. Kemampuan trisula Los Blancos yang punya kecepatan di atas rata-rata mampu dijinakkan dengan menutup ruang gerak di dekat kotak penalti.
Ditambah lagi dengan kegemilangan Manuel Neuer di bawah mistar gawang. Kiper 40 tahun itu jadi sosok vital bagi Munchen dengan sembilan penyelamatan di leg pertama.
Oleh karena itu variasi serangan wajib dilakukan. Tusukan dari samping yang jadi tumpuan utama perlu dibarengi dengan alternatif dalam membuka peluang.
Hal-hal seperti ini yang mesti diperbaiki Real Madrid di leg kedua. Mampukah mereka memperbaiki keadaan?
Baca lanjutan analisis ini di halaman selanjutnya>>>
Add
as a preferred source on Google