ANALISIS

Madrid Enggan Pulang dengan Tangan Hampa, tapi Munchen Punya Segalanya

Muhammad Ikhwanuddin | CNN Indonesia
Rabu, 15 Apr 2026 07:51 WIB
Real Madrid tak ingin pulang dengan tangan hampa, tapi Bayern Munchen punya segalanya untuk mempertahankan keunggulan menuju semifinal Liga Champions 2025/2026.
Bayern Munchen menang 2-1 pada leg pertama, segala kemungkinan masih bisa terjadi pada leg kedua. (REUTERS/Ana Beltran)

Bayern Munchen satu langkah lebih maju soal variasi serangan. Padahal pola mereka sama seperti Madrid. Tapi publik bisa melihat siapa pemenangnya.

Pelatih Bayern Munchen, Vincent Kompany sadar Real Madrid merupakan tim penuh determinasi. Tapi juru latih asal Belgia itu menggiring pemain untuk bertindak lebih presisi.

Dua gol yang dicetak merupakan buah kecerdikan pemberi assist dalam melihat gerak-gerik rekan setim yang bebas dari kawalan. Di gol pertama, Serge Gnabry berhasil melihat celah kecil untuk menaruh bola terobosan untuk disambar Luis Diaz yang lolos dari jebakan offside.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sedangkan gol kedua hadir dari kecerdikan Michael Olise dalam menggiring lawan untuk mendekatinya. Sadar Harry Kane sudah berdiri bebas, bola langsung diberi dan lantas diselesaikan.

Penyerang sayap Bayern Munchen lebih kreatif dalam membuka peluang. Luis Diaz di sisi kiri dan Michael Olise di sebelah kanan tak hanya menggiring bola jauh ke tepi lalu memberi umpan silang.

Mereka bergantian mengisi ruang di tengah ketika Serge Gnabry menjelajah ke sisi yang lain. Kebetulan, Kompany memberi keleluasaan untuk Gnabry sebagai free role. Ini yang tak dimiliki oleh Real Madrid.

Alhasil skema gol yang dicetak Real Madrid pun berbeda dengan Bayern. Umpan silang dari Trent Alexander-Arnold kepada Kylian Mbappe bak teknik hapalan. Kalau saja Dayot Upamecano tak lambat dalam menutup ruang, bisa saja bola tak berakhir di dalam gawang Neuer.

Padahal melirik statistik, Real Madrid lebih unggul dalam banyak aspek. Los Blancos mencatat jumlah sepakan (21) dan shots on target (10) lebih banyak dari FC Hollywood dengan 19 tendangan yang hanya empat di antaranya tepat sasaran.

Ini membuktikan Bayern main lebih efektif. Jumlah peluang emas yang ditorehkan lebih banyak berbuah gol dibandingkan lawan.

Pelatih Real Madrid, Alvaro Arbeloa perlu mempelajari betul-betul gaya Bayern dalam bertahan sekaligus menyerang. Sebab sang tuan rumah bakal tetap main dengan kekuatan penuh seiring tak adanya pemain bintang yang terpaksa absen.

Jika mampu belajar dari kekurangan, Real Madrid punya kesempatan untuk menang. Tapi dengan situasi yang ada, Bayern Munchen punya segalanya untuk melenggang.

(nva/nva) Add as a preferred
source on Google

HALAMAN:
1 2