ANALISIS

Arah Angin Berubah, Man City bak 'Badai' Buat Arsenal Goyah

Askar Fatih Robbani | CNN Indonesia
Rabu, 22 Apr 2026 05:48 WIB
Manchester City bak 'badai' yang datang menerjang Arsenal dalam perburuan mahkota Liga Inggris musim ini.
Pertandingan Arsenal vs Man City memanas. (Action Images via Reuters/Lee Smith)

Di sisi berlawanan, Arsenal justru sedang mengalami periode yang tidak menguntungkan. Padahal, kemenangan atas Everton pada (15/3) lalu pernah memperlebar jarak The Gunners hingga 10 poin dari kejaran Man City.

Namun euforia itu tak bertahan lama. Alih-alih memperbesar keunggulan menjadi 12 poin kala bersua Bournemouth pada 11 April, Arsenal justru terjerembap dengan kalah 1-2 dari The Cherries.

Hasil buruk itu tak berhenti di sana. Mimpi Arsenal untuk meraup trofi di kompetisi domestik lainnya pun satu per satu sirna. Meriam London terpaksa merelakan gelar Piala FA dan Piala Liga Inggris setelah tersingkir di kedua ajang tersebut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kini Arsenal kembali berada di persimpangan jalan yang nasibnya tak menentu. The Gunners terancam gagal merebut trofi Liga Inggris. Dahaga akan trofi tersebut jelas terasa bagi pasukan Mikel Arteta usai 21 tahun lamanya berpuasa.

Ironi pun semakin terasa menyengat ketika nama Man City kembali muncul sebagai momok utama Arsenal dalam perburuan gelar. Dua musim berturut-turut pada 2022/2023 dan 2023/2024, The Gunners harus gigit jari karena gagal melampaui Man City di klasemen akhir.

Musim 2024/2025 pun tak jauh berbeda, meski kali ini bukan Man City yang menghentikan langkah Arsenal. The Gunners kembali finis sebagai runner-up. Kali ini Meriam London berada di bawah Liverpool yang tampil lebih konsisten sepanjang musim.

Tiga musim berturut-turut menjadi tim terbaik kedua menjadi luka yang terus menganga bagi Bukayo Saka dan kolega.

Di sisi lain, Man City kini menikmati posisi yang sangat strategis jelang akhir musim. Dari enam laga tersisa, selain laga kontra Burnley, The Sky Blues masih akan berhadapan dengan Everton, Brentford, Bournemouth, Crystal Palace, dan Aston Villa.

Di atas kertas, Man City jelas diunggulkan dalam lima laga sisa. Berdasarkan catatan pertemuan di putaran pertama, Manchester Biru sudah mengantongi kemenangan atas seluruh lawan tersebut, kecuali Aston Villa yang sempat menjadi sandungan kala City takluk 0-1 pada Oktober 2025.

Atas dasar itu, kepercayaan diri pasukan Guardiola tengah berada di titik tertinggi. Sementara bagi Arsenal, mereka harus berjuang keras mempertahankan posisi yang kini terasa semakin goyah.

Bagi Arsenal, skenario terburuk bisa terjadi jika Man City memenangkan laga melawan Burnley. Dengan keunggulan produktivitas gol, Manchester Biru akan resmi memuncaki klasemen untuk pertama kalinya di musim ini.

Jika konsistensi Man City terus terjaga hingga laga pamungkas, takhta Liga Inggris untuk ke-11 kalinya akan kembali ke pangkuan The Citizens. Sebaliknya, Arsenal harus menambah periode puasa gelar yang semakin panjang.

(rhr/rhr) Add as a preferred
source on Google

HALAMAN:
1 2