ANALISIS

Jangan Berlebihan Meromantisasi Regenerasi Tunggal Putri

Putra Permata Tegar Idaman | CNN Indonesia
Kamis, 07 Mei 2026 19:00 WIB
Thalita Ramadhani Wiryawan tampil apik di Uber Cup 2026. (Arsip PBSI)
Jakarta, CNN Indonesia --

Keberhasilan Indonesia memenuhi target dengan masuk semifinal Uber Cup 2026 diiringi cerita sukses pemain muda. Namun belajar dari pengalaman yang ada, jangan terlalu berlebihan meromantisasi regenerasi tunggal putri.

Ni Kadek Dhinda dan Thalita Ramadhani Wiryawan adalah dua pemain muda yang ikut dalam perjuangan Indonesia dalam menembus babak semifinal. Ni Kadek Dhinda masih berusia 19 tahun sedangkan Thalita berumur 18 tahun.

Dhinda mendapat sorotan karena penampilan ngotot yang ia tunjukkan sepanjang gelaran Uber Cup. Yang paling diingat tentu momen saat dirinya bermain hingga skor 29-30 ketika menghadapi Lin Hsiang Ti dari Taiwan dalam duel penentuan juara grup.

Sedangkan Thalita mencuri perhatian karena bisa merebut satu poin dalam duel Indonesia vs Korea. Thalita mengalahkan Sim Yu Jin yang lebih senior dan berpengalaman dan sempat membuat skor jadi 1-2.

Bukan cuma merebut poin di partai semifinal, Thalita juga mempersembahkan angka ketika dipercaya main dalam duel lawan Kanada dan Australia.

Kengototan dua pemain muda di lapangan inilah yang kemudian turut menghiasi keberhasilan Indonesia memenuhi target masuk semifinal Uber Cup. Cerita indah perjuangan pemain muda dan harapan pada mereka menjadi andalan di masa depan mulai diapungkan.

Namun yang harus diwaspadai adalah Indonesia pernah ada di fase ini. Fase ketika pemain-pemain muda unjuk gigi di Uber Cup lalu dinilai jadi pemain masa depan. Dan kemudian pada akhirnya harapan itu tenggelam tak lama kemudian.

Sebelum Uber Cup 2026, Indonesia juga mencatat sejumlah prestasi bagus di Uber Cup pada edisi sebelumnya. Indonesia membuat kejutan dengan masuk final di edisi 2024 dan jadi langganan perempat final di 2022 dan edisi 2020 yang digelar di 2021.

Dalam tiap edisi, selalu ada kemunculan pemain baru yang mencuri perhatian. Di edisi 2020, ada Putri Kusuma Wardani dan Ester Nurumi Tri Wardoyo yang masih muda belia.

Masuk ke Uber Cup 2022, ada Bilqis Prasista yang bisa mengalahkan Akane Yamaguchi di fase grup. Edisi 2022 juga dipenuhi pemain-pemain muda karena Gregoria Mariska Tunjung dan Putri Kusuma Wardani tak ikut serta.

Di Uber Cup 2024, giliran Komang Ayu Cahya Dewi yang bersinar. Ia jadi penentu kemenangan Indonesia atas Korea di babak semifinal. Ester juga kembali mencuri perhatian lantaran bisa menyumbang angka dalam laga Indonesia vs Korea.

Karena itu, PBSI harus bekerja keras untuk mengubah frasa itu. 'Harapan masa depan' harus berlanjut jadi 'andalan' dan tidak hanya terhenti di label 'harapan'.

Baca lanjutan berita ini di halaman berikut >>>

Jangan Biarkan Putri KW Sendirian


BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :