DPR Desak Pemerintah dan PSSI Evaluasi Tata Kelola Liga Indonesia
DPR RI mendesak Pemerintah dan PSSI untuk melakukan evaluasi serius terhadap tata kelola kompetisi Liga Indonesia pasca terjadinya insiden kericuhan suporter yang akhir-akhir ini terjadi.
DPR menyoroti beberapa kasus kericuhan yang terjadi di Liga Indonesia akhir-akhir ini, di antaranya yaitu kerusuhan suporter dan perusakan fasilitas usai laga Persipura vs Adhyaksa FC di Stadion Lukas Enembe Jayapura pada 8 Mei hingga penyalaan flare yang mengganggu keamanan laga di Sleman pada 9 Mei.
Situasi ini dinilai tidak boleh terus berulang di tengah upaya pembenahan sepak bola Indonesia pasca evaluasi FIFA.
"Situasi ini menjadi perhatian serius karena berpotensi mencoreng citra sepak bola nasional di tengah proses pembenahan tata kelola kompetisi pasca evaluasi FIFA," tulis DPR dalam unggahannya di Instagram pada Rabu (20/5).
"Pembenahan sistem keamanan pertandingan dinilai harus terus diperkuat agar sepak bola Indonesia berjalan profesional dan kondusif," tulis DPR menambahkan.
DPR juga mendorong langkah konkret yaitu meminta pemerintah mengevaluasi tata kelola kompetisi nasional, mendorong PSSI menjatuhkan sanksi tegas kepada pihak yang lalai, meninjau ulang efektivitas pengawasan federasi, dan memastikan sistem keamanan pertandingan berjalan optimal.
Sementara itu, Wakil Ketua Komisi X DPR RI, MY Esti Wijayati juga berharap energi besar suporter harus menjadi kekuatan positif.
"Energi besar suporter dan generasi muda harus diarahkan menjadi kekuatan positif untuk membangun sepak bola nasional yang berprestasi, berbudaya, dan berkeadaban," ucap Esti.
Sementara itu, Wakil Ketua Komisi X DPR RI lainnya, Lalu Hadrian Irfani juga mendorong evaluasi total terhadap pengelolaan sepak bola Indonesia.
"DPR mendorong evaluasi total terhadap pengelolaan sepak bola apabila dinilai belum mampu menyelesaikan persoalan yang terus berulang," kata Lalu.
(rhr/rhr/abs)