Rajut Asa Tiga Petarung Indonesia ke UFC, Pentas MMA Dunia
Tiga petarung Indonesia sedang berjuang menuju Ultimate Fighting Championship (UFC). Yudi Cahyadi, Deni Arif, dan Deni Daffa merajut asa menuju pentas MMA dunia.
Fighter asal Jawa Barat, Yudi Cahyadi selangkah lebih dekat dengan UFC. Sosok yang mengorbit dari Bandung Fighting Club itu akan bertarung dengan wakil China, Xie Bin dalam Road to UFC di Galaxy Arena, Macau, Kamis (28/5).
Veni, Vedi, Veci. Datang, lihat, taklukkan. Yudi hanya perlu menang satu kali demi mengamankan tiket UFC. Ini karena Yudi mendapat karpet merah lewat RTU (Road to UFC) jalur khusus non-bout.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jalur ini lebih singkat dari pendahulunya, Jeka Saragih, ketika harus melakoni tiga partai tarung bebas di octagon karena melalui jalur 'biasa' sehingga harus menjajaki babak perempat final hingga final, sebelum dilirik turnamen pimpinan Dana White tersebut.
Namun satu kemenangan tak sekadar 'hanya'. Yudi menyebut kemenangan harus direbut dengan cara spektakuler. Apa maksudnya?
"Menang dengan KO atau teknik yang mengesankan sehingga membuat Dana White terkesan," kata Yudi, Rabu (20/5).
Pribadi dengan julukan Prabu Gagak Lumayung itu sadar mengesankan bos UFC bukan perkara mudah. Yudi belajar banyak dari Jeka sebagai orang Indonesia pertama penembus UFC.
Hematnya, petarung Indonesia perlu memerhatikan siasat bertarung ground fight. Ini sekaligus berkaitan dengan variasi gaya tempur untuk memperbesar kemungkinan menang.
"Tapi yang disayangkan dia kalah yang pertama di ground, dan itu menjadi pelajaran juga untuk fighter Indonesia harus pertajam di ground-nya, ground fighting. Dan untuk kekalahan yang KO-nya [lawan Joo Sang Yoo], saya juga pelajari harus lebih safety juga dari tinjunya, itu dia tangannya harus di atas gitu," kata dia.
Baca lanjutan artikel ini di halaman selanjutnya>>>
Add
as a preferred source on Google