ANALISIS

Menakar Peluang Portugal dan Ronaldo Rebut Trofi Pertama Piala Dunia

Askar Fatih Robbani | CNN Indonesia
Kamis, 04 Jun 2026 18:03 WIB
Soccer Football - Nations League - Final - Portugal v Spain - Allianz Arena, Munich, Germany - June 8, 2025 Portugal's Cristiano Ronaldo lifts the trophy as he celebrates with teammates after winning the Nations League REUTERS/Kai Pfaffenbach
Juara UEFA Nations League jadi modal tambahan bagi Portugal di Piala Dunia 2026. (REUTERS/Kai Pfaffenbach)

Namun bekal yang Portugal bawa ke Piala Dunia 2026 tidaklah kosong. Pada Juni 2025, Portugal dinobatkan sebagai kampiun UEFA Nations League usai mengalahkan Spanyol lewat drama adu penalti.

Kemenangan atas Spanyol bukan sekadar trofi pelengkap. Ia menjadi bukti bahwa Portugal mampu bersaing dan mengalahkan tim-tim terkuat Eropa.

Martinez menerapkan formasi andalan 4-3-3 dengan tendensi menyerang yang kuat. Gaya permainan ofensif ini menjadi alasan kuat optimisme Portugal untuk akhirnya mengangkat trofi perdananya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kekuatan terbesar Portugal musim ini ada di lini tengah. Jajaran gelandang mereka adalah yang paling mewah di antara seluruh kontestan Piala Dunia 2026.

Vitinha, Joao Neves, dan Bruno Fernandes menjadi motor penggerak sekaligus pengatur tempo permainan. Ditambah Ruben Neves dan Bernardo Silva yang masih berada dalam performa terbaiknya.

Vitinha tampil sebagai tipe pemain serbabisa dengan tingkat kelincahan di atas rata-rata gelandang lainnya. Ia menjadi penghubung antarlini yang sulit dihentikan.

Joao Neves, tandem Vitinha di PSG, hadir dengan karakter yang berbeda namun saling melengkapi. Keduanya sudah memiliki chemistry yang matang.

Pemain berusia 21 tahun itu baru saja membuktikan kelasnya saat membawa PSG menang atas Arsenal di final Liga Champions.

Joao Neves menjadi momok menakutkan tak hanya bagi sesama lini tengah seperti Declan Rice dan Martin Odegaard, namun juga menyisir sisi kanan-kiri untuk merepotkan Bukayo Saka dan Leandro Trossard.

Neves terbukti sama baiknya dalam bertahan maupun membangun serangan. Dua fungsi itu menjadikannya tumpuan penting untuk mendukung barisan pertahanan Portugal.

Lalu bagaimana posisi Cristiano Ronaldo di dalam semua kemewahan ini? Martinez tentu perlu bijak. Jatah bermain harus ditentukan secara objektif berdasarkan perpaduan kualitas dan soliditas tim.

Usia yang berbicara. Kepala empat bukan bagian dari masa prima seorang pesepakbola. Namun Ronaldo sendiri belum pernah absen dari panggung akbar sejak 2006.

Di Grup K, Portugal akan berhadapan dengan Kongo, Kolombia, dan Uzbekistan. Laga pembuka Os Navegadores dijadwalkan melawan Kongo pada 18 Juni mendatang.

Sebelum Piala Dunia bergulir, dua laga uji coba melawan Chile dan Nigeria akan jadi patokan terakhir Martinez untuk menilai kondisi timnya. Portugal punya semua yang dibutuhkan. Kini tinggal membuktikan di atas lapangan.

(jun) Add as a preferred
source on Google

HALAMAN:
1 2