Piala Dunia 2014: Jerman Bikin Messi Menangis di Rio de Janeiro
Semifinal pertama antara Brasil dan Jerman digelar di Belo Horizonte pada 8 Juli 2014, dan menjadi salah satu hasil paling mengejutkan dalam sejarah Piala Dunia.
Thomas Muller membuka keunggulan di menit ke-11, dan dalam rentang enam menit antara menit ke-23 hingga ke-29, Jerman mencetak empat gol tambahan untuk memimpin 5-0 hingga jeda turun minum.
Jerman akhirnya menang 7-1 dengan dua gol tambahan dari Andre Schurrle di babak kedua. Gol hiburan Oscar di menit akhir tidak mampu meredam kesedihan ratusan juta penonton yang menyaksikan Brasil menanggung kekalahan terbesar dalam sejarah mereka di Piala Dunia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Miroslav Klose mencetak salah satu gol dalam laga tersebut dan menggenapkan total golnya di Piala Dunia menjadi 16. Klose melampaui rekor 15 gol Ronaldo Nazario untuk menjadi pencetak gol terbanyak dalam sejarah Piala Dunia.
Di semifinal "tetangga", Argentina menyingkirkan Belanda lewat adu penalti setelah laga berakhir 0-0 hingga waktu tambahan. Argentina lolos ke final untuk pertama kalinya sejak 1990.
Final berlangsung pada 13 Juli di Stadion Maracana, Rio de Janeiro, di hadapan lebih dari 74.000 penonton. Kedua tim menurunkan susunan pemain yang hampir sama seperti di semifinal.
Gonzalo Higuain menyia-nyiakan peluang emas Argentina saat ia menyambut kesalahan antisipasi Toni Kroos. Sayang peluang tersebut malah menjelma mimpi buruk Higuain lantaran sepakannya melenceng.
Sembilan puluh menit berakhir tanpa gol dan kedua tim masuk ke babak tambahan waktu dengan kondisi fisik yang sama-sama terkuras.
Gol penentu akhirnya datang pada menit ke-113. Schurrle mengirim umpan silang dari sisi kiri. Mario Gotze yang baru masuk sebagai pengganti menyambutnya dengan dada sebelum melepas tembakan voli kaki kiri yang bersarang di sudut gawang.
Jerman pun menang 1-0 dan meraih gelar Piala Dunia keempat, sekaligus menjadi tim Eropa pertama yang menjuarai Piala Dunia di tanah Amerika Latin.
Meski Argentina takluk di final, Messi tetap dinobatkan penghargaan Bola Emas sebagai pemain terbaik turnamen. Tetapi, wajahnya yang tertunduk lesu saat menerima trofi itu seakan mengisyaratkan makna yang hampa.
(afr/afr/jun) Add
as a preferred source on Google