ANALISIS

AS vs Paraguay: Ujian Sepak Bola Vertikal Pochettino Lawan Tembok Baja

Askar Fatih Robbani | CNN Indonesia
Jumat, 12 Jun 2026 15:15 WIB
Jun 27, 2024; Atlanta, GA, USA; United States midfielder Weston McKennie (8) heads the ball past Panama defender Michael Murillo (23) during the first half at Mercedes-Benz Stadium. Mandatory Credit: Dale Zanine-USA TODAY Sports
Aksi pemain Amerika Serikat dalam sebuah pertandingan. (USA TODAY Sports via Reuters Con/Dale Zanine)
Jakarta, CNN Indonesia --

Amerika Serikat (AS) bakal menjamu Paraguay dalam laga perdana Grup D Piala Dunia 2026. Duel ini tersaji di Stadion Los Angeles, Sabtu (13/6) pukul 08.00 WIB.

Di atas rumput sendiri, pasukan Mauricio Pochettino diuji sejauh mana gaya 'sepak bola vertikal' mereka mampu menembus tembok baja pertahanan Paraguay yang dipimpin bintang Sunderland, Omar Alderete.

Pertandingan ini bukan sekadar pembuka bagi Stars and Stripes dan La Albirroja. Ini adalah ujian identitas antara determinasi menyerang Amerika dan kesabaran bertahan Paraguay.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

AS di bawah arahan Pochettino dikenal mengandalkan pressing intensif juga transisi vertikal yang cepat, memaksa lawan terpojok secara tiba-tiba.

Gaya main The Yanks ini bertumpu pada kecepatan di sisi kanan-kiri. Pemain sayap mereka punya akselerasi jempolan yang sulit diimbangi lawan.

Di ujung tombak, ada Christian Pulisic, bintang AC Milan yang menjadi andalan utama. Kecepatan dan naluri golnya melampaui rata-rata rekannya.

Pulisic bakal bahu-membahu dengan Giovanni Reyna di sisi kiri. Kreativitas Reyna diharapkan menjadi kunci membongkar kunci pertahanan La Albirroja.

Masih ada pula Folarin Balogun yang tampil impresif bersama AS Monaco sepanjang musim 2025/2026 dengan koleksi 13 gol.

Ricardo Pepi pun tak kalah mentereng. Striker PSV Eindhoven itu menyumbang 16 gol di Liga Belanda.

Formasi 3-4-3 atau 4-3-3 Pochettino juga mengandalkan dua full back dinamis: Sergino Dest di kanan dan Antonee Robinson di kiri.

Keduanya tak hanya bertugas menjaga, tetapi juga turut menopang pola bermain eksplosif Stars and Stripes dengan rajin naik ke depan.

Semua opsi itu kini berhadapan dengan satu kenyataan bahwa benteng Paraguay yang dibangun Gustavo Alfaro tidaklah mudah diruntuhkan.

La Albirroja memang bukan tim unggulan. Namun di situlah letak kekuatan terselubung mereka. Bermain tanpa beban, mengunci rapat, lalu menyergap balik.

Bersambung ke halaman berikutnya...

Add as a preferred
source on Google
Pochettino dan Alfaro Adu Taktik, Mana yang Lebih Efektif? BACA HALAMAN BERIKUTNYA

HALAMAN:
1 2