ANALISIS

Prancis Dominan atau Swedia Beri Kejutan?

Muhammad Ikhwanuddin | CNN Indonesia
Selasa, 30 Jun 2026 18:28 WIB
Soccer Football - FIFA World Cup 2026 - Group I - France v Iraq - Philadelphia Stadium, Philadelphia, Pennsylvania, U.S. - June 22, 2026 France's Ousmane Dembele celebrates scoring their third goal with Kylian Mbappe, Manu Kone and Adrien Rabiot REUT
Lini serang timnas Prancis menghadirkan ancaman bagi lawan. (REUTERS/Siphiwe Sibeko)
Jakarta, CNN Indonesia --

Prancis akan bersua Swedia pada babak 32 besar Piala Dunia 2026. Les Bleus nampak lebih dominan, tapi skuad Blågult bisa beri kejutan.

Duel di Stadion New York Now Jersey, AS pada Rabu (1/7) pukul 04.00 WIB itu jadi pertemuan raksasa versus tim potensial di Eropa. Untuk sementara, Prancis diunggulkan sebagai pemenang laga.

Prancis melenggang ke Gempita Bola Dunia 2026 dengan kedigdayaan. Status unggulan otomatis melekat pada tim asuhan Didier Deschamps sebagai juara edisi 2018 dan finalis pada jilid sebelumnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Stigma tim juara Piala Dunia lalu babak belur setelahnya tak berlaku bagi Kylian Mbappe dan kawan-kawan. Superioritas masih ditunjukkan dengan goresan sempurna di babak penyisihan. Tiga kemenangan beruntun jadi bukti kekuatan.

Dari tiga kemenangan itu pula, tim berlogo Ayam Jantan tersebut tercatat sebagai salah satu tim paling produktif di babak penyisihan. Bersama Belanda dan Jerman, Prancis menelurkan 10 gol.

Dua bomber andalan, Kylian Mbappe dan Ousmane Dembele jadi produsen paling rajin dengan masing-masing empat gol. Sedangkan dua sisanya dipersembahkan oleh Bradley Barcola dan Désiré Doué.

Seluruh pencetak gol untuk Prancis berstatus pemain depan. Ini jadi bukti jelas lini serang dua kali juara dunia tersebut bukan sembarangan.

Banner Gempita Bola 2026

Situasi ini layak bagi Swedia untuk jadi kewaspadaan. Sebab disamping mencetak tujuh gol, tim gubahan Graham Potter itu juga banyak kebobolan (7 kali). Dengan selalu kebobolan di babak penyisihan, wakil Eropa utara perlu evaluasi menyeluruh di sektor pertahanan.

Pakem tiga bek tengah mesti ekstra solid dengan ditopang oleh dua bek sayap. Bisa dipastikan barisan ini digempur habis-habisan oleh penyerang kubu Prancis.

Sebab Les Bleus diperkirakan bakal mengandalkan trisula seperti biasa. Doué di kiri, Dembélé di kanan, dan Mbappé di tengah. Metronom aliran bola bakal dikendalikan Michael Olise.

Maka wajar jika Swedia bakal bermain pragmatis dan serangan balik jadi langkah realistis. Namun akankah Viktor Gyökeres dan kawan-kawan mampu memetik hasil manis?

Add as a preferred
source on Google
Prancis Perlu Main Klinis Agar Waktu Normal Tak Remis BACA HALAMAN BERIKUTNYA

HALAMAN:
1 2