ANALISIS

Prancis Dominan atau Swedia Beri Kejutan?

Muhammad Ikhwanuddin | CNN Indonesia
Selasa, 30 Jun 2026 18:28 WIB
Soccer Football - FIFA World Cup 2026 - Group F - Japan v Sweden - Dallas Stadium, Arlington, Texas, U.S. - June 25, 2026 Sweden's Anthony Elanga celebrates scoring their first goal with Elliot Stroud, Gustaf Lagerbielke, Lucas Bergvall and Alexander
Swedia bisa menghadirkan masalah di pertahanan Prancis. (REUTERS/Issei Kato)

Tak perlu rasa ragu melihat lini depan Prancis. Namun untuk mengamankan tiket 16 besar, mereka harus bermian lebih klinis agar waktu normal tak berakhir remis.

Sudah ada dua laga berakhir tragis akibat adu penalti. Jerman dan Belanda jadi korban karena gagal tampil mematikan dalam 90 menit pertandingan.

Akibatnya laga berlanjut ke babak tambahan. Lalu saat terseret ke adu penalti, Jerman dan Belanda sama-sama menelan kekalahan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Padahal Jerman dan Belanda sama-sama lebih diunggulkan. Situasi inilah perlu jadi perhatian bagi tim-tim besar untuk habis-habisan.

Meski jadi salah satu tim dengan jumlah gol tinggi, Prancis kerap kesulitan di babak pertama. Sebab enam dari 10 gol mereka dicetak di paruh kedua.

Empat gol di babak pertama hadir saat Prancis menghadapi lapis kedua Norwegia. Hal ini perlu jadi catatan agar mereka mengamankan gol lebih cepat terlebih dahulu untuk fokus bertahan kemudian.

Pasalnya, Swedia juga bermasalah jika melihat rekam jejak di babak pertama. Tiga dari tujuh kali kebobolan mereka hadir dalam periode ini. Karenanya, Prancis perlu mencuri kesempatan lebih dini.

Soccer Football - FIFA World Cup 2026 - Group I - Norway v France - Boston Stadium, Foxborough, Massachusetts, U.S. - June 26, 2026 France's Ousmane Dembele celebrates scoring their third goal with teammates, completing his hat-trick REUTERS/Dylan Martinez     TPX IMAGES OF THE DAYTimnas Prancis sudah mencetak 10 gol selama fase grup Piala Dunia 2026. (REUTERS/Dylan Martinez)

Tak ada guna melirik head to head. Sebab terakhir kali mereka bersua terjadi pada 2020. Swedia pun sudah berganti pelatih tiga kali. Gaya permainan mereka sudah jauh berbeda.

Prancis perlu mempelajari siasat Swedia selama dua pekan berlalu gelaran Piala Dunia. Deschamps justru harus waspada karena gaya permainan mereka bisa terbaca. Sudah 14 tahun Les Bleus tak mengganti pelatih kepala.

Kehadiran Graham Potter di kubu skuad Swedia seakan jadi penyegar. Setelah terseok-seok di kualifikasi Piala Dunia, mereka mampu bangkit di fase playoff saat juru taktik asal Inggris itu hadir sejak Oktober 2025.

Perjalanan terjal Swedia hingga masuk 32 besar pun membuktikan mereka punya peluang. Namun dengan komposisi skuad Prancis lebih prima, mestinya angin kemenangan berembus ke Les Bleus selama bisa menjaga taktik dan semangat juang agar tak pupus.

[Gambas:Video CNN]

(nva) Add as a preferred
source on Google

HALAMAN:
1 2