Quansah Dihukum 2 Laga, Pelatih Inggris Makin Pusing
Bek timnas Inggris, Jarell Quansah, dihukum larangan bermain dua pertandingan buntut kartu merah melawan Meksiko pada babak 16 besar Piala Dunia 2026.
Dengan larangan dua laga, Jarell Quansah tidak bisa bermain saat Inggris melawan Norwegia pada babak perempat final, Minggu (12/7), dan pada babak semifinal.
Quansah yang bermain sebagai bek kanan saat melawan Meksiko membuat kesalahan fatal dengan melakukan tekel sembrono kepada Jesus Gallardo pada menit ke-54.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam tayangan ulang VAR, Quansah mengangkat sepatu terlalu tinggi saat mengenai kaki Gallardo. Dikutip dari Sky Sports, Quansah yang kini bermain untuk Bayer Leverkusen dinyatakan melakukan pelanggaran serius.
"Quansah dinyatakan telah melanggar pasal 14 kode etik FIFA, yang menyatakan bahwa pemain akan mendapatkan larangan bermain dua pertandingan untuk pelanggaran serius. Inggris tidak dapat mengajukan banding atas keputusan tersebut," tulis Sky Sports.
Hukuman untuk Quansah itu tentu membuat pelatih Thomas Tuchel pusing jelang melawan Norwegia. Pasalnya The Three Lions memiliki pilihan yang makin terbatas di sektor bek kanan.
Sebelumnya Reece James yang memiliki posisi asli sebagai bek kanan masih cedera hamstring. Inggris tercatat hanya memiliki opsi Djed Spence untuk posisi tersebut.
Menurut laporan Guardian, Ezri Konsa juga bisa dimainkan di posisi bek kanan. Hanya saja Tuchel tidak akan melakukan itu karena tak ingin mengganggu kerja sama dengan Marc Guehi di posisi bek tengah.
Hukuman larangan dua pertandingan untuk Quansah tersebut mengembalikan ingatan publik terhadap kartu merah kontroversial di Piala Dunia 2026 yang menimpa striker Amerika Serikat, Folarin Balogun.
Setelah kartu merah melawan Bosnia dan Herzegovina, hukuman Balogun dicabut dan bisa dimainkan melawan Belgia.
(sry/jun) Add
as a preferred source on Google
