ANALISIS

Argentina vs Swiss: Siapa Mampu Redam 'Sihir' Messi?

Askar Fatih Robani | CNN Indonesia
Sabtu, 11 Jul 2026 20:51 WIB
Soccer Football - FIFA World Cup 2026 - Round of 16 - Argentina v Egypt - Atlanta Stadium, Atlanta, Georgia, U.S. - July 7, 2026 Argentina's Lionel Messi celebrates after the match as Argentina qualify for the quarter finals of the World Cup IMAGN IM
Lionel Messi sudah mengemas delapan gol di Piala Dunia 2026. (IMAGN IMAGES via Reuters/BRETT DAVIS)
Jakarta, CNN Indonesia --

Argentina acap kali selamat dari lubang jarum berkat 'sihir' Lionel Messi. Kali ini, apakah Swiss mampu meredam keajaiban La Pulga di perempat final Piala Dunia 2026?

Status juara bertahan tak membuat jalan Argentina di Piala Dunia 2026 mulus begitu saja. Dua kali La Albiceleste nyaris tersungkur di fase gugur, namun dua kali pula mereka sukses 'bangkit dari kubur'.

Kini rintangan selanjutnya sudah menanti di perempat final. Swiss siap mengadang. Duel bakal tersaji di Kansas City Stadium, Sabtu (11/7) atau Minggu (12/7) pagi waktu Indonesia.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bagi Swiss, laga ini jadi istimewa. Terakhir kali La Nati menembus 8 besar Piala Dunia terjadi 72 tahun lalu, tepatnya edisi 1954 saat mereka berstatus tuan rumah.

Sementara jalan Argentina menuju perempat final penuh drama sejak babak 32 besar. Laga lawan tim debutan Cape Verde nyatanya tak semudah membalikkan telapak tangan. Mereka baru bisa menang 3-2 lewat perpanjangan waktu.

Skenario lebih menegangkan tersaji ketika berjumpa Mesir di 16 besar. Argentina sempat tertinggal 0-2 hingga menit ke-78, sebelum akhirnya berbalik menang 3-2.

Gol penyelamat datang dari Cristian Romero, Lionel Messi, dan gol penentu Enzo Fernandez di masa injury time. Comeback itu jadi bukti mental juara masih terpatri di skuad Lionel Scaloni.

Dari lima laga dilakoni sepanjang turnamen, Argentina belum sekali pun terkalahkan. Messi pun tampil sebagai top skor sementara dengan koleksi delapan gol. Salah satu terbanyak di antara seluruh pemain tersisa.

Tetapi di balik rekor sempurna itu, ada catatan mengganjal. Lini tengah Argentina dianggap kurang lebar dan cenderung padat di tengah, membuat kreativitas serangan banyak bertumpu pada individu.

Julian Alvarez pun belum menemukan performa terbaiknya sepanjang gempita bola dunia. Lautaro Martinez, yang biasanya tajam, juga tak kunjung produktif di depan gawang lawan.

Kondisi itu bikin celah di sisi sayap Argentina kerap terekspos. Baik Tanjung Verde maupun Mesir sempat mengail keuntungan dari titik lemah tersebut sebelum akhirnya tetap takluk.

Di kubu seberang, Swiss punya cerita berbeda. Mereka melenggang mudah atas Aljazair di 32 besar, sebelum harus berjuang keras lewat adu penalti untuk menyingkirkan Kolombia di 16 besar.

Banner Gempita Bola 2026

Yang menarik, Swiss lolos dari laga kontra Kolombia tanpa mencetak satu pun gol sepanjang 120 menit. Kiper Gregor Kobel jadi pahlawan usai menahan penalti Cucho Hernandez, sebelum Ruben Vargas mengeksekusi tendangan penentu kemenangan.

Rekor pertahanan Swiss juga mentereng. Tim asuhan Murat Yakin belum sekali pun kalah dalam waktu normal sepanjang Piala Dunia 2026 bergulir. Ini jadi modal berharga jelang menghadapi tim sekelas Argentina.

Add as a preferred
source on Google
Swiss Pincang, Argentina Mulus Melenggang? BACA HALAMAN BERIKUTNYA

HALAMAN:
1 2