Final Piala Dunia 2026: Mahkota untuk Spanyol atau Argentina?
Dua raksasa sepak bola, Spanyol dan Argentina, akan bertempur di panggung tertinggi Piala Dunia 2026. Siapa bakal jadi jawara?
Duel Spanyol vs Argentina akan tersaji di Stadion New York New Jersey, Amerika Serikat, Minggu (19/7) waktu setempat atau Senin (20/7) dini hari WIB. Laga ini jelas bukan sekadar pertandingan belaka.
Argentina tentu tak ingin hanya meraih 'Argentum' atau perak dalam bahasa Latin, asal-usul nama negara mereka. Juara tentu jadi ambisinya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Begitu juga dengan Spanyol. Setelah terakhir kali menapak partai final Piala Dunia pada 2010, pastinya mereka enggan menyaksikan lawan mengangkat piala. Memori indah 16 tahun lalu tentu ingin diulang.
Laga ini adalah klimaks. Argentina dengan status juara bertahan plus campiones Copa America 2024 akan berebut takhta dengan Spanyol sebagai kampiun Euro 2024. Peringkat tertinggi dan kedua dalam ranking FIFA mempertegas legitimasinya.
Bicara mengerucut ke laga, masing-masing kesebelasan diperkirakan bakal mengerahkan kekuatan penuh. Tak ada masalah serius dalam konteks prima atau tidaknya seorang pemain. The Winning Team racikan Luis de la Fuente di Spanyol dan Lionel Scaloni bersama Argentina diprediksi jadi fondasi.
Pola 4-2-3-1 kreasi Fuente bakal jadi kunci. Pola empat bek sejajar berisi Pedro Porro, Pau Cubarsi, Aymeric Laporte, dan Marc Cucurella diharapkan tetap mantap.
Peran Rodri sebagai gelandang jangkar juga mesti lebih sangar. Boleh dibilang sang kapten adalah pemain paling penting bagi Spanyol saat ini. Pemain 30 tahun itu adalah nadi penyambung semua lini.
Rodri sudah mencatat 694 operan, tertinggi dari siapapun di Piala Dunia 2026. Akurasi umpan mencapai 93 persen juga salah satu paling jitu.
Selain distribusi, Rodri juga piawai dalam tugas utamanya memutus serangan lawan. Dalam catatan Fotmob, penggawa Manchester City itu memenangkan 94 persen duel udara. Jumlah tekelnya mencapai 22 kali, hanya terpaut tipis dari pemain Paraguay Andres Cubas (23).
Jenderal lapangan tengah Spanyol, Rodri, siap redam Lionel Messi dkk. (REUTERS/Lee Smith) |
Hebatnya, tak ada satupun kartu kuning apalagi kartu merah didapatkan Rodri. Ini membuktikan dirinya mampu tampil ganas tanpa perlu menyeret timnya jadi nahas.
Rodri adalah sebenar-benarnya target untuk dibuat jinak oleh Argentina. Jika mampu membatasi gerak-geriknya, niscaya upaya mengebiri pemain lainnya akan lebih mudah. Mampukah Lionel Messi dan kawan-kawan melakukannya?
Add
as a preferred source on Google

