ANALISIS PIALA DUNIA 2026

Film Argentina Berakhir Duka karena Messi dkk Kehabisan Ide Cerita

Putra Permata Tegar Idaman | CNN Indonesia
Senin, 20 Jul 2026 12:33 WIB
Soccer Football - FIFA World Cup 2026 - Final - Spain v Argentina - New York/New Jersey Stadium, East Rutherford, New Jersey, U.S. - July 19, 2026 Argentina's Lionel Messi with the runners-up medal as he looks dejected after the match IMAGN IMAGES vi
Argentina tampil minim kreasi dan kesulitan membongkar pertahanan Spanyol. (IMAGN IMAGES via Reuters/VINCENT CARCHIETTA)
Jakarta, CNN Indonesia --

Timnas Argentina menjalani Piala Dunia 2026 bak sebuah film. Namun di babak final, Argentina tak berdaya karena Lionel Messi dan kawan-kawan seolah kehabisan ide cerita untuk membuat film mereka berakhir bahagia.

Argentina benar-benar seperti sebuah tokoh jagoan di film aksi pada Piala Dunia 2026. Mereka kuat, tetapi selalu menghadapi musuh-musuh tak terduga.

Cape Verde, Mesir, dan Swiss adalah musuh-musuh tak terduga yang hadir di hadapan mereka di fase knockout. Dan layaknya sebuah film, jagoan tak langsung menang dengan mudah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Banyak kesulitan-kesulitan yang dialami oleh Argentina. Alhasil, jantung penonton yang menyaksikan perjalanan Argentina dibuat berdegup kencang.

Cape Verde bisa dua kali menyamakan kedudukan. Mesir bisa memimpin 2-0 hingga 15 menit akhir laga. Swiss bisa mendominasi permainan saat kedudukan 1-1. Dan Inggris berhasil mencetak gol lebih dulu di pertengahan babak kedua.

Situasi-situasi itu yang membuat Argentina sebagai tokoh utama sempat berada dalam posisi terjepit dan tak berdaya. Ketika penonton sudah cemas terhadap nasib Argentina, di situlah sang tokoh utama menunjukkan kekuatan yang masih tersisa dalam diri mereka.

Dalam laga lawan Cape Verde, sundulan Cristian Romero bisa memaksa bek Cape Verde, Diney Borges mencetak gol bunuh diri. Argentina menang 3-2.

Di laga lawan Mesir, Argentina mencetak tiga gol balasan di 11 menit terakhir. Romero, Lionel Messi, dan Enzo Fernandez bergantian membobol gawang Mesir.

Pada laga lawan Swiss, ketika mereka terus tertekan dalam kondisi skor imbang, datanglah sebuah keberuntungan. Seperti sebuah cerita, kadang keberuntungan mewarnai sebuah pertarungan.

Breel Embolo tanpa alasan yang jelas melakukan diving yang berujung kartu kuning kedua. Swiss kalah jumlah pemain dan Argentina bisa mulai mendominasi. Argentina akhirnya menang 3-1 lewat babak extra time.

Soccer Football - FIFA World Cup 2026 - Final - Spain v Argentina - New York/New Jersey Stadium, East Rutherford, New Jersey, U.S. - July 19, 2026 Argentina's Enzo Fernandez fouls Spain's Pau Cubarsi before being shown a red card REUTERS/Lee Smith     TPX IMAGES OF THE DAYMomen Enzo Fernandez terkena kartu kuning kedua jadi momen penting di laga ini. (REUTERS/Lee Smith)

Di semifinal, Argentina terdesak hingga laga hampir memasuki lima menit terakhir. Namun berawal dari assist Messi, Enzo Fernandez menyamakan kedudukan dan Lautaro Martinez memastikan kemenangan.

Cerita perjalanan Argentina ke final itu sangat menarik. Meski skemanya mirip-mirip, terdesak kemudian menang, namun caranya berbeda-beda. Meski tak sempurna, Argentina jadi tim dengan pertandingan paling menarik untuk ditonton selama fase knockout.

Tapi semua cerita indah dalam perjalanan ke final itu akhirnya tidak berakhir bahagia. Argentina kehabisan ide cerita di final hingga cerita yang mereka buat berakhir duka.

Add as a preferred
source on Google
Tak Ada Celah untuk Argentina dalam Sistem Rapi Spanyol BACA HALAMAN BERIKUTNYA

HALAMAN:
1 2