ANALISIS PIALA DUNIA 2026

Film Argentina Berakhir Duka karena Messi dkk Kehabisan Ide Cerita

Putra Permata Tegar Idaman | CNN Indonesia
Senin, 20 Jul 2026 12:33 WIB
Soccer Football - FIFA World Cup 2026 - Final - Spain v Argentina - New York/New Jersey Stadium, East Rutherford, New Jersey, U.S. - July 19, 2026 Spain's Dani Olmo reacts as Argentina and Spain players clash REUTERS/Lee Smith
Spanyol menguasai penuh jalannya pertandingan. (REUTERS/Lee Smith)

Argentina datang ke final Piala Dunia dengan ambisi tinggi. Mereka ingin memenangkan Piala Dunia untuk kali kedua secara beruntun. Sejak Brasil melakukannya pada 1962, tak ada lagi juara bertahan yang bisa mewujudkannya.

Dari segi skuad, Argentina punya banyak pemain yang berpengalaman tampil di final Piala Dunia. Pasalnya, Argentina tidak melakukan perombakan besar-besar dari skuad empat tahun sebelumnya.

Namun hal itu tidak tergambar di lapangan. Yang terjadi, justru Spanyol yang bermain dengan nyaman, dari awal hingga akhir pertandingan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Di bawah komando Rodri, lini tengah Spanyol mengungguli lini tengah Argentina secara telak. Keunggulan di lini tengah membuat perbedaan penampilan kedua tim dalam pertandingan terlihat sangat mutlak.

Spanyol terus menguasai bola, menciptakan peluang, dan menghadirkan ancaman-ancaman. Argentina hanya sibuk mencari bola untuk coba melakukan serangan yang akhirnya sulit mereka lakukan.

Kejutan strategi dari Scaloni dengan memasang Nico Gonzalez lebih dulu juga tak mujarab. Spanyol tak terpengaruh oleh strategi tersebut.

Argentina benar-benar terdesak. Bahkan saat kedudukan masih 0-0.

Bila tak ada Emiliano Martinez yang tampil brilian, Spanyol sudah lebih cepat mencetak gol ke gawang Argentina. Sementara Argentina bahkan kesulitan untuk sekadar mencatat tembakan tepat sasaran.

Situasi terdesak yang ada ini benar-benar membuat penonton yang memihak Argentina tegang. Belum lagi fakta bahwa Scaloni sudah memakai dua kesempatan pergantian untuk menarik keluar Lisandro Martinez dan Cristian Romero yang cedera.

Dua pergantian itu adalah keterpaksaan dan karenanya, Scaloni tak punya kesempatan untuk mengeluarkan senjata rahasia bernama Lautaro Martinez yang punya peran besar di fase knock out Piala Dunia.

Soccer Football - FIFA World Cup 2026 - Final - Spain v Argentina - New York/New Jersey Stadium, East Rutherford, New Jersey, U.S. - July 19, 2026 Spain's Ferran Torres scores their first goal REUTERS/Dylan MartinezArgentina tak punya solusi untuk memutarbalikkan keadaan usai Ferran Torres mencetak gol. (REUTERS/Dylan Martinez)

Selain itu, kartu kuning kedua yang berarti kartu merah untuk Enzo Fernandez di pengujung waktu normal makin menyulitkan Argentina. Dalam kondisi 11 vs 11 saja, Argentina tidak banyak menguasai bola, apalagi bila kalah jumlah orang di hadapan Spanyol.

Namun masih ada harapan bahwa sang jagoan bisa bangkit dan menang. Toh selama skor masih 0-0, Argentina hanya butuh satu kesalahan lawan untuk bisa berbalik keluar sebagai pemenang. Bila itu tak terwujud, masih ada harapan jadi juara lewat adu penalti.

Di adu penalti, mereka punya Emiliano Martinez yang jadi pahlawan empat tahun silam. Dari alur pertandingan yang sudah berjalan, Martinez pun seolah sudah 'panas' untuk menghadapi adu penalti. Situasi sudah mendorong ke arah tersebut hingga babak pertama extra time berakhir masih dengan skor imbang 0-0.

Pada akhirnya, dua ide cerita yang diharapkan bisa jadi jalan keluar kesulitan Argentina tidak benar-benar terwujud di lapangan. Spanyol terus tampil disiplin, rapi, dan konsisten meredam Argentina sepanjang laga.

Satu-satunya kelemahan mereka, tidak bisa mencetak gol saat menguasai pertandingan dari awal, akhirnya bisa dituntaskan oleh Ferran Torres. Ferran Torres melepaskan tembakan keras dari dalam kotak penalti yang tidak bisa diselamatkan Emiliano Martinez.

Banner Gempita Bola 2026

Setelah kebobolan, Argentina masih punya waktu sekitar 14 menit untuk bisa mengulang cerita seperti babak-babak sebelumnya. Namun tak ada perubahan dalam jalannya laga.

Spanyol menutup semua peluang dan ide Argentina yang diharapkan bisa mengubah jalan cerita. Argentina mengakhiri laga dengan kekalahan, bahkan tanpa satu pun tembakan tepat sasaran.

Perjalanan Argentina di Piala Dunia 2026 yang bak film aksi ini pun berakhir dengan tangis kecewa untuk mereka.

[Gambas:Video CNN]

(jal) Add as a preferred
source on Google

HALAMAN:
1 2