Paman Yamal Sindir Kane Usai Yamal Gagal Raih Ballon d'Or 2026
Paman Lamine Yamal, Abdul menyindir Harry Kane setelah keponakannya gagal meraih Ballon d'Or 2026. Ia menilai Yamal lebih layak mendapatkan penghargaan tersebut dibandingkan penyerang Bayern Munchen itu.
Abdul menyampaikan kritiknya dalam wawancara dengan Cadena SER. Ia menyebut orang yang menyukai sepak bola seharusnya lebih tertarik menyaksikan permainan Yamal daripada Kane.
"Semua orang tahu itu, Kalau kamu suka sepak bola, kamu akan pergi melihat Lamine, bukan Harry Kane," ujar Abdul dalam wawancara tersebut, seperti dikutip dari Daily Mail.
Abdul juga menyinggung usia Yamal yang masih muda dan meyakini keponakannya akan memiliki banyak kesempatan untuk meraih Ballon d'Or. Sebaliknya, ia menyindir Kane yang menurutnya hanya memiliki sedikit waktu tersisa untuk berkompetisi.
"Lamine masih sangat muda, usianya 19 tahun, dan dia akan memenangkan lebih banyak penghargaan. Namun, Harry hanya punya tiga hari kompetisi tersisa dan mereka memberinya Ballon d'Or," kata Abdul.
Ia kemudian memaparkan pencapaian Yamal bersama klub dan tim nasional. Abdul menyebut Yamal telah memenangkan Piala Dunia, LaLiga, dan Super Cup, serta menjalani musim yang luar biasa.
"Lamine sudah memenangkan Piala Dunia, LaLiga, Super Cup. Dia bermain sangat bagus. Dia menjalani musim yang luar biasa. Dia mencetak gol-gol yang tak bisa dicetak orang lain. Umpan, assist, dia punya semuanya. Dia akan memenangkan lima penghargaan Ballon d'Or," tutur Abdul.
Meski gagal meraih Ballon d'Or 2026, Yamal membawa pulang penghargaan Young Talent of the Year untuk ketiga kalinya secara beruntun.
Saat ditanya Thierry Henry apakah penghargaan tersebut yang benar-benar diinginkannya, Yamal menjawab dengan rendah hati. Ia justru menilai penghargaan itu lebih pantas diberikan kepada rekan setimnya di Barcelona dan timnas Spanyol, Pau Cubarsi.
(nam/ptr)