Apa yang harus dilakukan jika Anda terjebak dalam kondisi cuaca ekstrim, khusunya hujan deras dengan angin kencang dan berpotensi banjir? Bahkan ada kemungkinan mobil Anda hanyut terbawa luapan arus banjir.
Dikutip BBC.com, dalam wawancaranya dengan pakar cuaca dan otomotif yang pernah melewati skenario menakutkan dan berhasil lolos dari situasi krusial di atas kendaraan, Pete Williams dari Royal Automobile Club Inggris.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Cara terbaik berkemudi saat angin topan adalah tidak berkemudi sama sekali. Namun jika tidak ada opsi lain Anda harus berkendara, maka persiapkan segala sesuatunya bahkan untuk kondisi terburuk sekalipun.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat badai, air akan menggenangi jalan dan empat ban akan terpapar air secara keseluruhan. Hal ini menyebabkan ban kehilangan traksi dan kontrol. Jaga kecepatan dan selalu cek kondisi ban juga rasakan pergerakan kaki-kaki mobil.
"Skenario dari kebanyakan orang adalah memacu kendaraan saat melihat genangan. Namun jika itu terjadi di kecepatan 60 mil per jam, ban akan melayang dari permukaan air dan mengambang, membuat mobil tidak stabil."
Perhatikan arah angin. Pete mengatakan, pengaturan kecepatan sangat penting saat badai disertai angin kencang. Angin kencang yang melewati bagian bawah mobil berdampak mobil sulit dikendalikan dan mobil mendadak melakukan pengereman dengan sendirinya. Pegang stir dengan sempurna dan kuat.
"Panik akan membawa Anda pada masalah yang jauh lebih besar. Bermanuver membuat kendaraan akan berdecit dan mengepot tak terkendali," kata Pete.
Ada banyak faktor yang membuat traksi ban hilang, seperti tekanan udara, permukaan jalan, kedalaman air dan kondisi ban. Namun yang paling utama adalah faktor kecepatan. Semakin Anda memacu kendaraan kencang semakin besar pula risiko kecelakaan.
Ketahui kondisi ban Anda. "Ban bukan hanya sekedar bagian dari mobil Anda," kata Sarah Robinson, penguji ban profesional Michelin. Menurut Sarah, ban adalah faktor utama dari performa keselamatan mobil.
Perhatikan tekanan ban secara berkala, semakin banyak Anda berkendara semakin cepat ban harus diganti. Luangkan lima menit dalam sebulan untuk memeriksa kondisi ban Anda.
Lihat juga:Parade Mobil Mutan Burning Man Festival 2016 |
Jaga jarak. Saat kondisi angin kencang dan hujan, usahakan jarak dengan kendaraan di depan Anda sekitar dua sampai empat detik. Empat detik untuk kendaraan yang sejenis dengan mobil Anda, dan jarak lebih jauh mesti diperhatikan jika di hadapan Anda adalah truk, lori atau kendaraan besar lain.
Tetap berada di dalam mobil. Jika keadaan yang buruk menjadi sangat buruk, contohnya Anda terjebak dalam banjir, dan mengetahui jika mobil Anda mulai mengambang dan terbawa arus banjir, tetap berada di dalam mobil.
"Penyelamat tidak akan melihat Anda jika Anda keluar mobil dan hanyut. Mereka akan memeriksa mobil dan itu lebih mudah untuk proses penyelamatan," kata pakar juru kemudi Land Rover Amerika Utara, Bob Burns.
Selama di dalam mobil, tutup rapat pintu dan jendela. Pastikan Anda menggenggam benda keras untuk memecahkan kaca.
Lihat juga:Mobil-mobil Mutan di Burning Man Festival |
Jangan menganggap remeh kekuatan dari air, terlebih mobil-mobil saat ini adalah ibarat sebuah laptop yang memiliki empat roda dan Kebanyakan dari kecelakaan adalah faktor kesalahan manusia.
Kesalahan manusia secara psikologis akobat semakin canggihnya sebuah mobil, manusia beranggapan mereka benar-benar aman saat ada di dalam kabin. Mungkin sebuah mobil aman untuk membawa Anda dari A ke B, tapi tidak dalam sebuah kondisi yang memerlukan sentuhan yang lebih humanis, realis dan kesabaran, karena hal itu adalah aset lain yang akan membuat Anda selamat dari sebuah kondisi darurat.
"Jalan perlahan, perhatikan situasi dan kondisi. Gunakan perasaan Anda. Tidak ada hadiah bagi Anda yang berhasil lolos dari badai," kata Sarah.
(pit)