Menurut Product Manager Mercedes-Benz Passenger Car Yudi Lesmana, pemesanan untuk unit yang dirakit 2015 telah habis dipesan, per Januari 2016. Insentif pemerintah yang diberikan atas perakitan lokal ini cukup membuat pabrikan Jerman untuk berpikir melanjutkannya pada varian-varian lain.
"Di dealer tinggal 1-2 unit saja. Sudah habis, kami tunggu pesanan selanjutnya untuk pengiriman," kata Yudi, di Jakarta, Rabu (2/11).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun, ada beberapa fitur yang dikurangi, seperti velg dengan desain yang disesuaikan jalanan Indonesia dan spion lipat yang masih analog, demi memangkas biaya produksi.
Mercedes-Benz GLC 250 (CNN Indonesia/Hafidz Mukti Ahmad) |
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:X-Class, Kelas Pickup Pertama Mercedes-Benz |
Fitur lainnya, adalah kamera belakang untuk parkir, pengaturan tempat duduk elektrik, alumunium roof rail, dynamic transmission modes, auto 20 NTG 5 dengan navigasi dari Garmin, LED di seluruh pencahayaan, CPA + dan keyless starting (untuk GLC 250 Exclusive).
Mercedes-Benz GLC 250 memiliki penggerak empat roda secara pemanen (CNN Indonesia/Hafidz Mukti Ahmad) |
Saat CNNIndonesia.com mencoba GLC 250 ini, secara umum sangat nyaman. Namun, hal itu sangat wajar untuk sebuah mobil premium. Beberapa kekurangan adalah layar pusat hiburan yang tidak layar sentuh. Semua interior dibalut kulit hitam dan aksen kayu di bagian tengah dan samping.
Untuk harga GLC 250 dibanderol Rp899 juta dan GLC 250 Exclusive Rp959 juta, keduanya harga off the road. (pit)
Mercedes-Benz GLC 250 (CNN Indonesia/Hafidz Mukti Ahmad)
Mercedes-Benz GLC 250 memiliki penggerak empat roda secara pemanen (CNN Indonesia/Hafidz Mukti Ahmad)