Menyikapi itu dua petinggi Ford, Bill Ford dan Mark Fields lantas memberikan pengarahan kepada karyawannya di Amerika, melalui surel. Dalam pesannya, Ford menilai kebijakan Trump bisa berpengaruh buruk terhadap karyawan mereka.
“Menghormati semua orang adalah nilai inti dari Ford Motor Company, dan kami bangga dengan keragaman perusahaan, baik di sini maupun diseluruh dunia. Itu sebabnya, kami tidak mendukung kebijakan ini atau lainnya yang bertentangan dengan nilai kami sebagai sebuah perusahaan. Secara tidak sadar, karyawan Ford dapat langsung dipengaruhi oleh kebijakan itu. Kami akan terus bekerja untuk memastikan kesejahteraan karyawan dengan mempromosikan nilai hormat dan inklusi tempat kerja,” tulis surel tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara, Presiden United Automobile Workers (UAW), Dennis Williams turut merespon kebijakan yang dikeluarkan oleh Trump. Kata Dennis, mau seorang imigran atau tidak, siapapun itu wajib untuk terus menjaga persatuan dan kesatuan demi bangsa.
“Kita harus melindungi keamanan nasional sambil tetap setia dengan nilai-nilai yang membuat besar bangsa. UAW menentang diskriminasi dalam bentuk apapun dan mencela kebijakan yang menghakimi orang berdasarkan agama atau bangsa asal mereka,” ucap Dennis.
Tidak hanya Ford, raksasa otomotif lain di Amerika, yaitu Tesla Motors turut mengecam kebijakan yang sudah dikeluarkan oleh Trump. Tesla yang berdomisili di kawasan Silicon Valley, tidak terima akan kebijakan yang menyebabkan kekacauan pada akhir pekan ini di sejumlah bandara di Amerika.
Kebijakan Trump kali ini nampaknya tidak berjalan lurus dengan ancaman yang dibuatnya kepada para produsen otomotif. Yang mana, Trump ingin agar semua produsen otomotif memilih berinvestasi dalam jumlah besar di negaranya, ketimbang negara lain, terutama Meksiko.
Padahal, Ford sudah membatalkan rencana investasi senilai $1,6 miliyar dalam pembangunan pabriknya di Meksiko. Usai membatalkan investasinya, Ford mengumumkan akan memperluas pabrik di Michigan dan menambah 700 pekerjaan.
General Motors dan Fiat Chrysler tidak jauh berbeda dengan Ford. Keduanya berjanji kepada Trump akan menambah jumlah pekerjaan di Amerika. Pimpinan dari produsen otomotif itu juga sudah bertemu dengan Trump untuk membahas isu ekonomi. (pit)