Permintaan kendaraan di Papua dianggap pelaku usaha selalu terkendala distribusi barang sehinga tidak dapat memenuhi permintaan pasar yang ada.
"Contoh sederhananya begini, setiap bulan penjualan kita bisa capai 50 unit tapi unit yang bisa kita sediakan cuma 30, jadi setiap bulan ada 20 unit yang tertunda," ujar Supervisor PT Hasrat Abadi Jayapura, Marke Wanget, di Jayapura, Rabu (22/2).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini bukan hanya di otomotif saja, di bidang lain juga, termasuk juga makanan. Kita minta tol laut saja karena itu sudah diprogramkan, tidak usah buat yang lain," katanya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau beruntung konsumen kita mau diminta inden, tapi banyak yang tidak mau. Bahkan ada yang memilih membeli mobil di daerah lain baru dikirim ke Jayapura, makanya banyak plat luar di sini," ujarnya lagi.
Marke berharap masalah ini dapat segera teratasi karena sektor otomotif menjadi salah satu penggerak roda perekonomian di daerah.
"Kita tahu banyak usaha yang sekarang bertumpu pada kendaraan roda empat dan kami pelaku usaha sangat mendambakan pola distribusi barang yang baik dan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi Papua lebih besar lagi," ujarnya. (pit)