Jumat lalu, regulator transportasi kota London menganggap Uber tidak layak beroperasi di kota itu. Alasannya, mereka keberatan dengan cara Uber menangani pelaporan tindak pidana berat dan lalai atas pemeriksaan latar belakang pada pengemudi.
Lihat juga:Izin Operasional Uber di London Dicabut |
"Ketika Uber merevolusi cara orang bergerak di kota-kota di seluruh dunia, kami mengakui kami melakukan kesalahan dalam pelaksanaannya. Sebagai bagian dari Uber global, saya meminta maaf atas kesalahan yang kami buat," tulis CEO Uber, Dara Khosrowshahi dalam surat terbuka.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
[Gambas:Twitter]
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Uber telah membuat petisi di situs penggalangan dukungan Change.org untuk menyelamatkan usaha mereka di London. Petisi itu didukung oleh 700.000 orang, demikian The Verge. Uber juga disebut-sebut menyewa pengacara andal agar bisa memenangkan banding tersebut, seperti diberitakan Business Insider.
Lihat juga:Taktik Uber Lunakkan Hati Regulator London |
Uber meminta agar regulator transportasi London bisa menggelar perundingan sesegera mungkin. Uber juga berjanji akan memperbaiki laporan insiden serius dalam layanannya untuk mempertahankan lisensinya di kota itu.
Lambat melapor
Awal tahun ini polisi London mengeluh kalau Uber tidak mengungkap atau terlalu lambat untuk melaporkan kejadian kriminal serius seperti penyerangan seksual yang berbahaya bagi publik, demikian CNBC mengutip BBC Radio.
Lihat juga:VIDEO: Lisensi Uber di London Dicabut |
Menanggapi kritik tersebut, Pimpinan Uber di Inggris meminta maaf atas insiden spesifik tersebut dan mengatakan pihaknya sedang bekerja sama dengan polisi london untuk memperbaiki proses pelaporannya.
"Kami bekerja dengan polisi untuk mengetahui bagaimana kita bisa melakukan pelaporan lebih baik dan membantu mereka," jelas Fred. (eks)