Padahal, sejak lama masyarakat di Benua Biru kerap memilih kendaraan bermesin diesel. Alasannya, lantaran mesin diesel lebih irit ketimbang mesin bensin.
Dalam datanya di semester pertama 2017, penurunan penjualan mobil diesel diiringi naiknya penjualan kendaraan bermesin bensin hampit 10 persen. Sementara di periode yang sama di tahun 2016 penjualan mobil diesel hanya turun empat persen.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat ini, total penjualan kendaraan penumpang berbahan bakar bensin di negara-negara Eropa mencapai 48,5 persen, atau naik dari sebelumnya hanya 45,8 persen di 2016.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jonnaert juga meminta pemerintah untuk mendorong lebih banyak insentif kepada kendaraan berbahan bakar alternatif. Pasalnya, walau meningkat, ia melihat persentasenya tidak banyak dari total keseluruhan penjualan kendaraan saat ini.
"Perlu lebih banyak dilakukan upaya untuk mendorong konsumen membeli kendaraan bertenaga alternatif, misalnya dengan menerapkan insentif yang tepat dan menerapkan infrastruktur pengisian ulang di seluruh UE," kata Jonnaert, seperti mengutip Automotive News. (evn)