Modifikasi knalpot racing disukai karena selain membuat suara lebih gahar, disamping juga bisa menghasilkan tenaga lebih besar.
Tapi, ada beberapa hal yang harus diperhatikan pemilik sepeda motor yang sudah mengganti knalpot standar mereka menjadi knalpot racing.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau dulu motor karbu setting-an dinaikin, sekarang itu (pengaturan dilakukan pada) CO," kata Ferdi kepada CNNIndonesia.com.
Sesuai karakter mesin
Tetapi, menurutnya, penyesuaian CO ini harus menyesuaikan kepada karakter mesin. Tidak bisa menuruti keinginan mekanik, maupun pemilik motor itu sendiri.
"Biar menyesuaikan mesin, itu bukan kemauan mekanik, tapi mesin itu sendiri, biar maksimal," lanjutnya.
Untuk melakukan penyesuaian CO, mekanik biasanya menggunakan alat FI diagnostic tool. Biasanya, CO standar pabrikan sama dengan 0. Penyesuaian bisa dilakukan hingga batasan maksimal 30.
Boros bensin
Boros bahan bakar menjadi resiko lain yang harus ditanggung pemilik sepeda motor yang memodifikasi knalpot. Hal ini juga diamini oleh Ferdi. Bahkan menurutnya, bahan bakar bakal lebih terkuras dari sebelumnya karena settingan mesin sudah berubah.
Namun, menurut Ferdi sulit untuk memperkirakan tingkat keborosan bahan bakar. Hal itu menurutnya tergantung dari karakter mesin.
"Memang harus diborosin, karena menyesuaikan kemauan mesin. Bisa aja sih langsung pasang tidak di setting, cuma mesin tidak maksimal," ujarnya. (eks)