Sebab Hyundai Motor Company (HMC) dinilai sudah disalip prinsipal asal China, yaitu Wuling Motors dan Sokonindo Automobile (DFSK) dalam hal mendirikan pabrik produksi di dalam negeri. Padahal prestasi Hyundai Indonesia sudah terlihat sekitar 20 tahun terakhir.
Mengutip hyundaimobil.co.id, Hyundai hadir di Indonesia lewat agen tunggal pemegang mereknya, PT Citra Mobil Nasional (CMN), dan mobil Hyundai rakitan pabrik Hyundai di Bekasi Barat adalah Elantra pada tahun 1995. Satu tahun kemudian Hyundai Indonesia merakit Accent.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Ketua Komite Tetap Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia untuk Korea Selatan, Jongkie D Sugiarto, seharusnya prinsipal Hyundai di Korea Selatan mencontoh dua merek itu. Sebab, banyak hal positif yang bisa didapat dari mendirikan pabrik, salah satunya memperkuat citra perusahaan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Itu mereka (Wuling dan DFSK) lihat apa, emangnya dia bilang pingin bakar duit aja. Kan mereka lihat (potensi) pasar dari indonesia," kata Jongkie ditemui di BSD, Tangerang beberapa waktu lalu.
Lihat juga:Mobil dan 'Pemanis' Terfavorit di GIIAS 2018 |
"Sudah tujuh tahun, sampai berbusa. Ya silakan melakukan studi, dan seterusnya kami akan suplai data," ungkap dia.
Jongkie juga menjabarkan beberapa keuntungan dengan mendirikan pabrik produksi di Indonesia. Dengan pabrik, Hyundai dapat menjual produk yang sesuai dengan keinginan pasar domestik.
Selain itu pabrik juga dikatakan dia dapat menekan harga jual mobil-mobil Hyundai karena menggunakan lebih banyak lokal konten. Jika sudah demikian, Jongkie pun optimistis pasar kendaraan Hyundai bakal lebih menggeliat nantinya.
Selama ini Hyundai Indonesia hanya mengandalkan pabrik di Pondok Ungu, Bekasi sebagai basis produksi H-1 sejak akhir 2009. Bisa dibilang saat itu baru Indonesia negara pertama di luar Korea Selatan yang disetujui untuk merakit H-1.
Dalam empat bulan terakhir, prinsipal Hyundai membangun pabrik dengan kapasitas yang lebih besar di Indonesia kembali berhembus. Namun hingga saat ini belum ada kepastian. (mik)