"Kami berharap teknologi hibrida akan memiliki tingkat pertumbuhan lebih tinggi dibandingkan diesel pada saat ini," kata CEO Rolls-Royce Power Systems, Andreas Schell seperti diberitakan Independent.co.uk.
Rolls-Royce Power System Unit merupakan penjual mesin untuk kapal, yacht, kereta, truk, pertambangan, dan stasiun tenaga nuklir. Penerapan teknologi hibrida disebut Schell sebagai alasan di balik pesatnya pertumbuhan salah satu anak usaha Rolls-Royce tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hal itu bisa berarti mengurangi emisi karbon, biaya operasional lebih murah, dan lebih hening. Inggris berencana mengakhiri masa penggunaan kereta hanya dengan mesin diesel pada 2040. Menggunakan teknologi Rolls-Royce memungkinkan jalur rel hanya perlu sebagian dialiri listrik jadi tidak perlu membangun infrastruktur besar-besaran.
Kejar ketertinggalan di Eropa
Institusi Insinyur Mekanik mengatakan jika hanya 42 persen jalur kereta Inggris yang sudah terlistriki, tertinggal jauh dari tetangga-tetangganya di Benua Biru. Untuk mengejarnya, Pemerintah Inggris pun berusaha menyingkirkan seluruh kereta bermesin diesel pada 2040.
"Sekarang, kami akan memproduksi secara serius. Tidak ada lagi proyek riset & pengembangan, tak ada lagi demonstrasi. Produksi serius," kata Schell.
Rolls-Royce dan Porterbrook menyatakan setelah percobaan awal dua kereta pada 2020, Porterbrook ingin menawarkan konversi hibrida kepada konsumen penyewa jalur kereta yang mengoperasikan kereta Turbostar. Saat ini, terdapat 182 jalur yang disewakan di seluruh Inggris. (fea)