Delapan motor listrik Gesits berwarna merah, hitam, dan putih terparkir rapi di samping Istana Merdeka. Jokowi melihat langsung bentuk motor listrik itu, mulai dari bodi, jok, tempat baterai, dan mengecek lampu motor.
Setelah itu, ia bergerak ke arah motor merah yang terletak paling depan dan mulai bersiap menguji coba langsung dengan mengenakan helm buatan Gesits.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:'Utang' Produksi Gesits Tembus 25.000 unit |
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Motor listrik Gesits siap diproduksi massal di Indonesia. (Foto: CNN Indonesia/Christie Stefanie) |
"Tadi saya coba karena enggak ada suara knalpotnya. Saya senang yang greng greng greng (suara knalpot) tadi enggak ada. Jadi agak bingung menyesuaikan enggak ada knalpotnya, enggak ada suara greng-grengnya halus sekali dan sangat ramah lingkungan," tutur mantan Wali Kota Solo ini sambil tertawa.
Lihat juga:Tampang Baru Gesits Model Produksi Bocor |
Pemerintah menyambut baik produksi massal motor ini. Dalam setahun, Gesits disiapkan untuk diproduksi 5.000 per bulan atau 60.000 per tahun untuk pasar lokal.
"Langsung produksi. Pemerintah back up dalam artian urusan uji-uji itu biar cepat, izin-izin cepat," tutur mantan Gubernur DKI Jakarta ini.
Ia mengatakan jajarannya tak akan menerbitkan kebijakan baru terkait produksi dan pemasaran motor listrik.
"Enggak usah payung-payungan. Nambahin urusan aja senangnya payung-payungan. Asal kompetitif barangnya bagus konsumen pasti serbu. Hukum bisnis ya gitu," tuturnya.
"Ini kalau sudah diproduksi saya pembeli pertama. Saya akan beli 100 (unit). Serius gimana. Warna-warni," ucap Jokowi.
"Kalau pasar menyambut, saya kira ini bisa dibesarkan. Ini brand dan principle 100 persen Indonesia," tutup Presiden menegaskan.
Gesits akan diproduksi massal di pabrik perakitan yang berada di kawasan industri Wijaya Karya di Cileungsi, Bogor, Jawa Barat. (chri/mik)
Motor listrik Gesits siap diproduksi massal di Indonesia. (Foto: CNN Indonesia/Christie Stefanie)