Tak Ada Perjanjian Inden 50 unit Gesits dari Jokowi

M. Ikhsan & fea, CNN Indonesia | Rabu, 05/09/2018 16:58 WIB
Tak Ada Perjanjian Inden 50 unit Gesits dari Jokowi Motor listrik Gesits. (Dok. CNN Indonesia/Andry Novelino)
Jakarta, CNN Indonesia -- Keinginan Presiden Joko Widodo mendapat 50 unit motor listrik Gesits besar kemungkinan cuma wacana. Sebab hingga saat ini, Gesits Technologies Indo (GTI) mengaku belum mendapat pernyataan minat serius pembelian.

Pada awal Agustus lalu, Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir mengatakan Presiden Joko Widodo meminta disiapkan 50 unit motor listrik Gesits untuk digunakan di lingkungan Istana Negara.

Nasir mengatakan hal tersebut dalam rilis resmi yang disebar Gesits Technologies Indo (GTI) pada 6 Agustus 2018. Dalam rilis tersebut membahas tinjauan Nasir ke pabrik perakitan Gesits di kawasan industry Wijaya Karya Industri & Konstruksi di Cileungsi, Bogor, Jawa Barat.



"Presiden minta disiapkan 50 unit pertama untuk digunakan di lingkungan Istana Negara. Wah, saya pikir ini akan membebankan anggaran perusahaan. Ya, setidaknya bisa disiapkan 15 unit," ucap Nasir dalam keterangan resmi dengan keterangan "lanjut Nasir diiringi tawa".

Dikonfirmasi pada Selasa (4/8), CEO Gesits Techonologies Indo (GTI) Harun Sjech menjelaskan, meski sudah ada pernyataan resmi Nasir, pihaknya mengaku belum mendapat pernyataan minat serius dari presiden.

"Iya katanya 50 unit, tapi belum ada hitam di atas putih," ucap Harun.

Sebelum wacana pesanan Jokowi, ungkap Harun, GTI sudah menandatangani Memorandum of Understanding bersama Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Bali untuk pemesanan sebanyak 10.000 unit dan Telekomunikasi Indonesia (Telkom) untuk pemesanan 5.000 unit.


Sampai sekarang, Harun mengungkap setidaknya pemesanan Gesits mencapai 25.000 unit. Sebanyak 20.000 unit berasal dari kategori fleet dan sisanya dari pernyataan minat masyarakat.

Skuter listrik Gesits rencananya bakal meluncur pada September. Saat itu, jelas Harun, harga resmi Gesits bakal dirilis dan pintu pemesanan resmi atau Surat Pemesanan Kendaraan (SPK) bakal dibuka.