Risal menyebut pihaknya mendukung pemanfaatan teknologi baru untuk keselamatan lalu lintas. Roller Barrier dikatakan bisa membantu mengendalikan kendaraan dan menyerap benturan saat terjadi kecelakaan.
"Di Jawa Barat baru pertama kali di Indonesia. Itu pak Gubernur yang minta," kata Risal saat dihubungi, Rabu (2/1).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
[Gambas:Instagram]
Risal menjelaskan Roller Barrier hanya salah satu dari sekian banyak teknologi pembatas jalan yang bisa jadi pilihan. Dia juga mengungkap pembuatan Roller Barrier lebih mahal 10 - 30 persen dari 'pembatas jalan biasa'.
"Ini memang salah satu pilihan terbaik," kata Risal.
Meski dirasa bisa mengurangi dampak tumbukan saat kendaraan kecelakaan, Risal mengakui belum pernah ada ujian untuk Roller Bariier yang sudah dilakukan di Indonesia.
"Yang jelas dia berfungsi lebih baik daripada besi. Tapi kami belum punya data detail, misalnya sudut berapakah tumbukan, bagaimana kalau 90 derajat," ucap Risal.
Meski begitu, produsen Roller Barrier, Evolution in Traffic Innovation (ETI), dikatakan pernah melakukan ujian menggunakan tiga jenis kendaraan, yakni kecil, besar, dan bus. Hasilnya disebut memuaskan pada semua kriteria.
Risal juga mengatakan saat ini Roller Barrier belum menjadi mandatori secara nasional, penerapannya tergantung inisiasi wilayah pemerintahan. (fea/fea)