'Konsumen Mobil Miliaran Ternyata Peduli Irit BBM'
CNN Indonesia
Rabu, 01 Mei 2019 05:38 WIB
Jakarta, CNN Indonesia -- Ada stigma yang beredar mengatakan bahwa konsumen tajir yang mampu beli mobil-mobil berkapasitas mesin besar harga miliaran tidak peduli soal konsumsi bahan bakar minyak (BBM). Namun hal itu ternyata tidak berlaku buat semuanya.
Distributor merek Jaguar Land Rover (JLR) di Indonesia, Wahana Auto Ekamarga (WAE), mengungkap ada sebagian konsumennya yang mempertimbangkan konsumsi BBM. Masalahnya dikatakan bukan soal hitung-hitungan biaya membeli bahan bakar lebih banyak karena mobil boros, tetapi justru karena lebih sering mampir ke Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU).
"Karena beda konsumsi, pemakaian akan cukup terasa di long run. Walaupun pengguna JLR tidak selalu sensitif dengan biaya BBM, tapi pada akhirnya tetap seberapa seringnya dia harus sering ke pom bensin," kata Jentri Izhar, Brand Director WAE, usai peluncuran Discovery 2.000 cc di Jakarta, Selasa (30/4).
Pertimbangan seperti itu yang jadi salah satu alasan WAE mulai menawarkan generasi kelima Discovery dengan mesin 2.000 cc turbo. Model ini menggantikan Discovery V6 3.000 cc yang sudah dijual sebelumnya.
WAE menjelaskan Discovery 3.000 cc masih bisa dipesan konsumen, namun stok unit tidak tersedia di dalam negeri.
Discovery 2.000 cc yang menghasilkan 300 tenaga kuda dirasa masih mampu memenuhi kebutuhan performa konsumen yang mungkin sudah terbiasa dengan 340 tenaga kuda dari mesin 3.000 cc.
Jentri menyebut varian 2.000 cc bakal jadi andalan penjualan Discovery yang ditujukan buat konsumen lebih muda, yakni usia 30-an. Discovery 3.000 cc selama ini diminati oleh konsumen 40 - 50 tahun.
Keyakinan varian 2.000 cc jadi andalan juga dilandasi penempatan harga. Mobil ini dijual Rp2,499 miliar (off the road), sama seperti banderol varian 3.000 cc pada tahun lalu. Sementara bila konsumen ingin membeli varian 3.000 cc pada tahun ini dikatakan harganya pasti di atas itu. (fea/fea)
Distributor merek Jaguar Land Rover (JLR) di Indonesia, Wahana Auto Ekamarga (WAE), mengungkap ada sebagian konsumennya yang mempertimbangkan konsumsi BBM. Masalahnya dikatakan bukan soal hitung-hitungan biaya membeli bahan bakar lebih banyak karena mobil boros, tetapi justru karena lebih sering mampir ke Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
WAE menjelaskan Discovery 3.000 cc masih bisa dipesan konsumen, namun stok unit tidak tersedia di dalam negeri.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Keyakinan varian 2.000 cc jadi andalan juga dilandasi penempatan harga. Mobil ini dijual Rp2,499 miliar (off the road), sama seperti banderol varian 3.000 cc pada tahun lalu. Sementara bila konsumen ingin membeli varian 3.000 cc pada tahun ini dikatakan harganya pasti di atas itu. (fea/fea)