Esemka memilih menggandeng asisiasi komponen lokal, yaitu Perkumpulan Industri Kecil Menengah Komponen (PIKKO) Indonesia dan mengklaim telah menandatangani Letter of Intent (LOI/surat bisnis).
15. Tidak ingin disebut mobil nasional
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
16. Mobil perdana Esemka
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
17. Investasi Rp600 M untuk pabrik di Boyolali
Presiden Direktur SMK meluruskan tentang informasi yang beredar saat ini. Eddy menjabarkan bahwa tidak benar bila Esemka dikelola ACL maupun ACEH. Dari dahulu sampai sekarang Esemka hanya dikelola satu perusahaan, yaitu SMK.
Pengakuan bos Esemka ini cukup mengejutkan, sebab publik tahu bahwa Esemka dikendalikan dua perusahaan. Selain mengumumkan keberadaan perusahaan Esemka, Eddy juga menegaskan investasi mencapai Rp600 miliar untuk pabrik Esemka di Boyolali, Jawa Tengah. (ryh/mik)