Angka wholesales semua merek (penjualan dari Agen Pemegang Merek/APM ke dealer) pada Maret menurut data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) cuma menurun 3,5 persen. Pada Maret jumlah wholesales 76.800 unit, sedangkan pada Februari 79.601 unit.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Astra Daihatsu Motor (ADM) menjelaskan produksi mobil mereka tidak melorot pada Maret sebab kinerjanya masih mengacu pada rencana pemenuhan peningkatan kebutuhan jelang hari raya Idul Fitri pada Mei. Peningkatan kebutuhan mobil pada momen itu disebut mencapai 15 persen.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pabrik itu sudah diatur sedemikian rupa, ke supplier, orang kerja, dan lainnya. Panjang dan banyak pihak terlibat. Kalau buat kue hanya sendiri ya lebih mudah ngaturnya," ucapnya lagi.
Wholesales Daihatsu pada Maret meningkat 13 persen menjadi 18.162 unit dari Februari 15.778 unit. Meski demikian ritel Daihatsu pada Maret tercatat 10.946 unit, turun 19 persen dari Februari 13.658 unit.
Selain Daihatsu, wholesales yang tercatat naik selama Maret adalah Honda. Business Innovation and Sales & Marketing Director Honda Prospect Motor (HPM) Yusak Billy menjelaskan peningkatan itu dilakukan lantaran pihaknya menyesuaikan stok unit di dealer.
Pada Maret wholesales Honda diketahui naik menjadi 12.068 unit, sedangkan Februari 11.373 unit.
"Kalau wholesales itu mengikuti kondisi stok yang ada di dealer. Jadi naik turunnya tergantung kondisi stok juga," kata Billy.
Secara keseluruhan Gaikindo mencatat terjadi peningkatan jumlah produksi mobil di Indonesia pada Maret sebesar 52.393 unit, sementara Februari 50.263 unit.
Daihatsu, Honda, Toyota, Suzuki, BMW, Isuzu, dan Mercedes-Benz telah melakukan penutupan fasilitas produksi secara sementara di Indonesia pada April. Gaikindo sudah memperkirakan produksi mobil dan ritel bakal menurun pada April, Mei, Juni, dan Juli.
Gaikindo memproyeksi perbaikan industri otomotif bakal datang pada Agustus. Meski begitu Gaikindo cuma menargetkan penjualan mobil nasional pada tahun ini hanya 600 ribu unit turun dari target awal tahun sebesar 1 juta unit. (ryh/fea)