Penjualan Mobil RI Diprediksi 'Mogok' 4 Bulan karena Corona

fea | CNN Indonesia
Kamis, 16 Apr 2020 12:38 WIB
Suasana pameran otomotif GIIAS 2019 di Ice BSD, Serpog, Kamis, 18 Juli 2019. CNNIndonesia/Safir Makki Ilustrasi GIIAS 2019. (CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia -- Penjualan mobil mulai menunjukkan kerentanan atas pandemi virus corona (Covid-19) di dalam negeri. Pada Maret tercatat penjualan mobil runtuh 22 persen dibanding Februari, hantaman itu juga diprediksi bakal semakin parah selama empat bulan ke depan.

Berdasarkan catatan Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), penjualan ritel Maret sebesar 60.447 unit, itu minus 17.400 unit ketimbang Februari yang mencapai 77.847 unit. Sepanjang Januari-Maret total penjualan ritel menyentuh 219.361 unit.


Beda dari hasil ritel, catatan wholesales (distribusi unit Agen Pemegang Merek ke dealer) pada Maret tidak terpantau turun signifikan, hanya drop 3 persen dibanding Februari. Pada Maret wholesales mencapai 76.800 unit, sementara sepanjang sepanjang Januari-Maret mencapai 236.797 unit.


Catatan wholesales pada Maret merupakan stok dealer yang bisa jadi bakal sulit tersalurkan menjadi ritel (dibeli konsumen) sebab saat ini pemerintah sedang mempercepat penanganan Covid-19 dengan memberlakukan berbagai macam regulasi termasuk Pembatasan Sosial Skala Besar (PSBB).

Sejauh ini PSBB telah berjalan di Jakarta, Bogor, Depok, dan Bekasi. Sejumlah dealer berbagai merek dinyatakan tutup mengikuti aturan tersebut.

Gaikindo memprediksi penurunan ritel pada Maret belum seberapa sebab dikatakan pada April rekaman penjualan dikatakan bakal terjun semakin dalam.

"Sekarang bayangkan, sampai Maret itu 200 ribuan unit. Katakanlah Covid-19 ini pada April, Mei, Juni, Juli, itu kalau kita bisa jual 100 ribu unit saja sudah bagus," kata Sekretaris Umum Gaikindo kepada CNNIndonesia.com, Selasa (14/4).

Menurut Kukuh pada empat bulan itu penjualan mobil cenderung tidak bergerak. Dia mengatakan industri otomotif saat ini mesti optimis walau tetap realistis.

"Kita anggapannya Agustus mulai bangkit sampai Desember, tapi Desember tinggal 'separuh'," ucap Kukuh.

Pada Desember aktivitas kerja bakal terpotong lebih banyak libur. Selain terdapat libur tahunan Natal dan Tahun Baru, pemerintah sudah menggeser cuti bersama Lebaran yang seharusnya 26-29 Mei ke 28-31 Desember.

Tak Yakin GIIAS Tangerang Digelar

Salah satu agenda rutin Gaikindo demi menggairahkan penjualan mobil adalah dengan menggelar Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS). Pada tahun ini acara utama GIIAS di Tangerang rencananya diselenggarakan pada 6-16 Agustus, namun belum dapat dipastikan bakal sesuai jadwal.

Gaikindo sebelumnya sudah membatalkan GIIAS Surabaya (20-29 Maret) karena kekhawatiran Covid-19.

Kukuh menilai perkembangan penanganan Covid-19 bakal menentukan keputusan menyelenggarakan GIIAS Tangerang yang menjadi pusat gelaran pameran otomotif internasional itu. Selain di Surabaya dan Tangerang, jadwal GIIAS juga sudah ditetapkan di Makassar (21-25 Oktober) dan Medan (25-29 November).

"Kita harapkan [tetap digelar], tapi kan kondisi semua lagi tiarap. Walaupun di satu sisi secara finansial kan berat, perusahaan juga. Tapi acara untuk bikin pameran itu adalah salah satu untuk mengangkat [penjualan] juga walaupun nanti skalanya akan berbeda," ujar Kukuh. (fea/fea)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER