"Kalau data detail itu Juni, tapi bisa dipastikan turun sekitar 60-70 persen. Kan bisa ditarik linear dengan jualan motor dan mobil pada periode tersebut," kata Ketua APPI Suwandi Wiratno melalui sambungan telepon, Jumat (15/5).
Hal ini dikatakan Suwandi sejalan dengan penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) sehingga aktivitas penjualan kendaraan tak leluasa. Sejak penerapan PSBB jaringan penjualan atau dealer motor dan mobil diminta tutup sementara.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Leasing Tahan Kredit
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
MTF per April hanya memberi kredit total Rp7,8 triliun, sedangkan periode yang sama tahun lalu mencapai Rp9,5 triliun.
"Ya sebabnya saat ini kondisi sekarang, pertama karena satu situasi ekonomi, aktivitas terbatas, risiko tinggi [gagal bayar], dan sebagainya," ungkap Harjanto.
Harjanto juga mengatakan sudah menyikapi anjloknya penjualan kendaraan bermotor di Indonesia dengan merevisi target pada tahun ini. Dia menyebut target dipangkas 50 persen menjadi Rp15 triliun dari target sebelumnya Rp30,5 triliun.
Asosiasi pelaku industri otomotif, Gaikindo, pada Maret telah merevisi target penjualan mobil pada tahun ini menjadi 600 ribu unit dari 1,05 juta unit.
Sedangkan Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) menyatakan pasar motor di dalam negeri bisa terpangkas 2 juta unit pada tahun ini karena Covid-19. Pada 2019 total penjualan motor menyentuh 6,48 juta unit.
Pembeli Mobil Pertama 'Hilang'
Daihatsu menerangkan karakteristik pembeli mobil pada April berbeda dari biasanya. Pada momen normal disebut pembelian mobil secara kredit sebesar 80 persen dan tunai 20 persen.
Marketing and CR Division Head Astra International Daihatsu Sales Operation (AI-DSO) Hendrayadi Lastiyoso menjelaskan pada April rasio itu berubah menjadi 75 persen kredit dan 25 persen tunai.
Sedangkan pertengahan Mei dikatakan 65 persen kredit dan 35 persen tunai.
Jadi bisa dilihat sekarang kebanyakan bukan pembeli pertama," kata Hendrayadi. (ryh/fea)