Kiprah Kijang di Indonesia, Mobil 'Abadi' Milik Toyota
CNN Indonesia
Jumat, 19 Mar 2021 19:56 WIB
Bagikan:
URL berhasil disalin
Toyota Kijang. (www.toyota.co.id)
Bakal sebagian orang mungkin mobil Kijang dianggap terinspirasi sepenuhnya oleh binatang 'kijang'. Tapi ada fakta lain di dalamnya.
Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), dalam situsnya menyebutkan bila 'Kijang' merupakan singkatan dari frasa 'Kerjasama Indonesia-Jepang".
Dan kebetulan Kijang lahir pada era Orde Baru yang dipimpin Presiden kedua Soeharto. Tujuan Soeharto yakni menciptakan kendaraan niaga produksi dalam negeri dengan harga terjangkau sehingga bisa dibeli masyarakat banyak sebagai alat transportasi dan distribusi barang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kebijakan ini lantas disambut sejumlah merek mobil seperti Datsun, Volkswagen, General Motors, dan Toyota. James Luhulima dalam bukunya 'Sejarah Mobil & Kisah Kehadiran Mobil di Negeri (2012:119) menceritakan awal-awal kelahiran Toyota Kijang.
Sebelum Kijang diluncurkan pada 9 Juni 1977, ada dua jenis mobil lain yang didatangkan prinsipal Toyota langsung dari Jepang.
Namun saat itu Soeharto sedang mendorong pertumbuhan industri dalam negeri yang dicanangkan departemen perindustrian, sehingga kedua mobil tersebut tak jadi dipajang di arena Pekan Raya Jakarta.
Soeharto kala itu menerapkan larangan impor mobil secara utuh khususnya sedan. Sebagai gantinya, Soeharto memberikan insentif untuk mobil niaga asalkan berbasis lokal. Kebijakan Soeharto ini lantas disambut William Soeryadjaya sebagai pendiri Astra dengan menjawabnya menggunakan Kijang.
Kijang lantas terus bertransformasi sampai saat ini. Kiprahnya belum surut, bahkan tetap 'abadi' tidak hanya di Indonesia, melainkan juga hingga mancanegara.
Direktur Marketing Toyota Astra Motor (TAM) Anton Jimmi mengatakan Toyota terus berupaya menyesuaikan Kijang agar mengikuti perkembangan jaman dan permintaan pasar.
Kata Anton meski sampai saat ini model tersebut masih ada dan terus diniagakan, pihaknya tetap membawa sejumlah karakteristik Kijang kepada konsumen di Tanah Air.
"Konsep 7 seater, multi purpose dan untuk keluarga Indonesia. Product design, size dan bahkan ground clearance juga disesuaikan," ucap Anton, Jumat (19/3).
Toyota Kijang menjadi salah satu mobil legendaris Indonesia yang tetap eksis hingga sekarang. Sejauh ini bisa dikatakan tak ada satu pun orang Indonesia yang tidak mengetahui mobil Kijang.
Kijang diluncurkan pertama kali di Indonesia pada 1977 yang berarti mobil itu sudah mengaspal selama kurang lebih 44 tahun di dalam negeri.
Dalam situsnya, Toyota menyebut generasi pertama Kijang yang dirilis di Indonesia merupakan seri pikap dan bentuk serba kotak. Model ini sering dijuluki Kijang Buaya karena tutup kap mesin dapat dibuka sampai ke samping. Model ini punya tingkat lokalisasi komponen hingga 19 persen.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mesin yang digunakan berkapasitas 1.200 cc dengan empat percepatan. Di atas kertas kecepatan maksimalnya mencapai 80 kilometer per jam. Total penjualan generasi ini mencapai 26.806 unit di seluruh Indonesia, mengutip Seva.
Empat tahun berselang, Toyota lantas merilis generasi kedua pada 1981. Mobil dengan kode rangka KF20 ini akrab sebagai Doyok, sehingga dikenal juga sebagai Kijang Doyok. Kandungan lokal pada mobil ini juga meningkat hingga mencapai 30 persen.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lalu pada 1986, Toyota mulai merombak Kijang sehingga modelnya turut lebih modern. Bentuk Kijang generasi ketiga ini sudah berubah tak lagi mengotak mengikuti zaman. Banyak yang menyebut generasi ini sebagai Kijang Super dan mobil itu mulai diekspor.
Namun, pada masa akhir generasi III, Kijang banyak dikatakan memiliki seri khusus yang disebut sebagai Kijang Soeharto'. Seri ini muncul karena Soeharto (presiden kedua) dianggap memiliki andil dalam kelahiran Toyota Kijang di Indonesia.
Selanjutnya generasi ke-empat Kijang hadir pada 1997 dengan model yang diubah total baik dari sisi eksterior maupun interior.
Desain eksterior mobil ini lebih cembung dan terkesan gemuk. Banyak orang yang menyebut Kijang generasi ini dengan sebutan Kijang Kapsul.
Lama tak muncul, baru pada 2004 Toyota melahirkan versi terbaru Kijang. Kali ini tidak hanya bentuk yang diubah, melainkan Kijang memiliki nama resmi baru yakni Kijang Innova.
Model ini telah mengalami perubahan drastis dibandingkan dengan model dari generasi sebelumnya. Jika pada awal konsep Kijang generasi pertama adalah Basic Utility Vehicles atau kendaraan kelas bawah, maka Kijang generasi V lebih dikategorikan sebagai kendaraan kelas menengah.
Selain di Indonesia, model ini juga dipasarkan ke pasar luar negeri dengan nama Innova.
Bakal sebagian orang mungkin mobil Kijang dianggap terinspirasi sepenuhnya oleh binatang 'kijang'. Tapi ada fakta lain di dalamnya.
Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), dalam situsnya menyebutkan bila 'Kijang' merupakan singkatan dari frasa 'Kerjasama Indonesia-Jepang".
Dan kebetulan Kijang lahir pada era Orde Baru yang dipimpin Presiden kedua Soeharto. Tujuan Soeharto yakni menciptakan kendaraan niaga produksi dalam negeri dengan harga terjangkau sehingga bisa dibeli masyarakat banyak sebagai alat transportasi dan distribusi barang.
Kebijakan ini lantas disambut sejumlah merek mobil seperti Datsun, Volkswagen, General Motors, dan Toyota. James Luhulima dalam bukunya 'Sejarah Mobil & Kisah Kehadiran Mobil di Negeri (2012:119) menceritakan awal-awal kelahiran Toyota Kijang.
Sebelum Kijang diluncurkan pada 9 Juni 1977, ada dua jenis mobil lain yang didatangkan prinsipal Toyota langsung dari Jepang.
Namun saat itu Soeharto sedang mendorong pertumbuhan industri dalam negeri yang dicanangkan departemen perindustrian, sehingga kedua mobil tersebut tak jadi dipajang di arena Pekan Raya Jakarta.
Soeharto kala itu menerapkan larangan impor mobil secara utuh khususnya sedan. Sebagai gantinya, Soeharto memberikan insentif untuk mobil niaga asalkan berbasis lokal. Kebijakan Soeharto ini lantas disambut William Soeryadjaya sebagai pendiri Astra dengan menjawabnya menggunakan Kijang.
Kijang lantas terus bertransformasi sampai saat ini. Kiprahnya belum surut, bahkan tetap 'abadi' tidak hanya di Indonesia, melainkan juga hingga mancanegara.
Direktur Marketing Toyota Astra Motor (TAM) Anton Jimmi mengatakan Toyota terus berupaya menyesuaikan Kijang agar mengikuti perkembangan jaman dan permintaan pasar.
Kata Anton meski sampai saat ini model tersebut masih ada dan terus diniagakan, pihaknya tetap membawa sejumlah karakteristik Kijang kepada konsumen di Tanah Air.
"Konsep 7 seater, multi purpose dan untuk keluarga Indonesia. Product design, size dan bahkan ground clearance juga disesuaikan," ucap Anton, Jumat (19/3).