ANALISIS

Cuma Virus Corona yang Bisa Lengserkan Toyota Avanza

CNN Indonesia | Selasa, 19/01/2021 16:18 WIB
Avanza terus bertahan saban tahun sebagai mobil terlaris sejak 2006, namun rekor itu putus pada 2020 imbas pandemi Covid-19 Toyota Avanza. (Toyota-Astra Motor)
Jakarta, CNN Indonesia --

Mahkota mobil terlaris saban tahun yang menempel di kepala Toyota Avanza selama 14 tahun harus dicopot lantaran gelar tak mampu lagi dipertahankan pada 2020. Selama ini Avanza selalu kuat saat dibombardir serangan kompetitor, namun harus menyerah karena masalah global pandemi virus corona (Covid-19).

Avanza yang menjadi mobil terlaris di dalam negeri usai mengalahkan penjualan kakaknya Kijang pada 2006 berada di urutan ketiga dalam daftar itu pada tahun lalu. Penjualan mobil yang pertama kali dirilis pada 2003 ini kalah dari Honda Brio dan mobil niaga Suzuki Carry.

Menurut data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), angka wholesales Brio, gabungan Brio RS dan Brio Satya, pada 2020 sejumlah 40.879 unit. Carry membukukan penjualan 38.072 unit, sedangkan Avanza 35.754 unit.


Pada 2019 Avanza merupakan mobil paling laku dengan wholesales 86.374 unit sementara Brio membuntuti dengan angka penjualan 70.344 unit. Carry menempati urutan tujuh dengan catatan wholesales 52.694 unit.

Avanza bukan satu-satunya korban, Mitsubishi Xpander, mobil terlaris ketiga pada 2019 terlempar jauh ke posisi tujuh dengan penjualan 26.362 unit pada 2020.

Interupsi pandemi Covid-19 yang diikuti pembatasan aktivitas dan kemunculan berbagai regulasi penanganan dari pemerintah serta efek negatif perekonomian telah menjungkirbalikkan penjualan mobil baru di dalam negeri pada 2020. Bukan hanya itu, pandemi juga mengubah lanskap penjualan mobil di Tanah Air.

Total wholesales semua merek pada 2020 cuma mencapai 532.027 unit, ini sudah lebih dari target Gaikindo semasa pandemi yaitu 525 ribu unit namun terjun bebas 48,5 persen dibanding 2019.

Honda BrioHonda Brio. (CNN Indonesia/Rayhand Purnama Karim JP)

Brio Terlaris Jadi Catatan Sejarah Honda

Brio mobil terlaris di Indonesia merupakan yang pertama sepanjang sejarah Honda Prospect Motor (HPM) berdiri. Brio pertama kali meluncur pada 2012, lantas pada 2013 Brio Satya lahir dalam program Low Cost Green Car (LCGC).

Business Innovation and Marketing & Sales Director HPM Yusak Billy mengatakan pencapaian Brio sejalan perubahan perilaku konsumen pada era pandemi.

Selama wabah yang dimulai sejak Maret 2020 di Indonesia, ia mengatakan kebiasaan masyarakat mulai bergeser dari pengguna transportasi umum ke mobil pribadi. Brio dijelaskan punya berbagai keunggulan hingga dipilih banyak konsumen, namun salah satu yang menonjol dikatakan harganya murah.

Lebih dari 50 persen konsumen Brio Satya semasa pandemi disebut Billy berasal dari kalangan konsumen pembeli mobil pertama. Sedangkan sebagian besar konsumen Brio RS datang dari kelompok pembeli yang ingin mengganti mobil.

"2020 terjadi disrupsi besar yang tidak hanya berdampak pada industri, tetapi juga prilaku konsumen," kata Billy melalui konferensi pers virtual, Senin (18/1).

Penjualan Brio tak cuma terlaris pada catatan wholesales, secara retail (penjualan dari dealer ke konsumen) mobil ini pun mencapai angka tertinggi dibanding produk merek lain.

Data HPM menyebutkan penjualan retail Brio 43.021 unit. Jika diurai, 31.713 unit berasal dari varian Brio Satya dan 11.308 unit dari Brio RS. Sedangkan penjualan retail Honda pada 2020 secara total 79.451 unit.

"Ya prestasi ini dicapai dalam kondisi pasar menantang," kata Billy.

Tanggapan Toyota

Direktur Marketing Toyota Astra Motor (TAM) Anton Jimmi mengatakan meski Avanza lengser sebagai model terlaris, setidaknya mobil ini masih bertahan sebagai penguasa segmen Low Multi Purpose Vehicle (MPV).

Retail Avanza disebut 40 ribuan unit, sementara pangsa pasar Avanza pada low MPV pada 2020 juga disebut mengalami kenaikan.

"Avanza sendiri secara retail pada segmennya naik dari 32 persen ke 37 persen," kata Anton.

Marketing and CR Division Head Astra International Daihatsu Sales Operation (AI-DSO) Hendrayadi Lastiyoso mengatakan 2020 merupakan tahun berat dan berdampak pada penjualan mobil kelas Low MPV.

Kembaran Avanza, Daihatsu Xenia, turut tergerus selama pandemi. Data Daihatsu merekam penjualan selama 12 bulan ke konsumen hanya berada pada level 9 ribuan.

Perolehan itu membuat Xenia hanya menempati posisi enam di antara mobil terlaris Daihatsu di Indonesia. Produk Daihatsu juga tak masuk dalam daftar 10 besar mobil terlaris dalam negeri.

Hendrayadi bilang pada 2020 masyarakat cenderung menunda pembelian atau gonta-ganti mobil karena khawatir penghasilannya terdampak.

Dikatakan jika pun ada yang melakukan pembelian, Ia menyebut rata-rata mereka mencari alternatif ke harga terjangkau seperti Ayla atau Sigra yang masuk dalam kategori LCGC.

"Dibandingkan Sigra dan Ayla permintaan di cabang kami itu masih lebih bagus dari Xenia. Itu fakta hidupnya seperti itu," ungkap dia.

Di segmen Low Multi Purpose Vehicle (MPV), Suzuki memang belum menguasai pasar melalui Ertiga. Namun jika bicara mengenai kendaraan niaga, Suzuki boleh sedikit bangga karena Carry berhasil menjadi pemenang, khususnya dikelas pikap 1.500 cc.Suzuki Carry. (Dok. Suzuki Indonesia)

Pikap Bergairah

Pada sisi lain efek pandemi menonjolkan penjualan kendaraan niaga ringan. Direktur Pemasaran Suzuki Indomobil Sales 4W Donny Saputra pernah mengatakan meningkatnya kebutuhan mobil niaga ringan semasa pandemi merupakan sesuatu yang wajar.

Sebabnya, pandemi memunculkan banyak usaha baru menjanjikan yang membutuhkan transportasi. Penjualan pikap naik karena kegiatan logistik dan pengiriman meningkat pada era pandemi serta terdapat dukungan dari perusahaan pembiayaan mobil.

"Kegiatan logistik dan pengiriman tetap dibutuhkan meski dalam kondisi pandemi. Hal ini membuat kontribusi Carry tetap tinggi," kata Donny.

Wholesales SIS sebesar 66.100 unit pada 2020, lebih dari 57 persen adalah Carry.

(ryh/fea)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK