Elon Musk Balas Bill Gates soal Truk Tak Bisa Teknologi Listrik

CNN Indonesia
Selasa, 29 Nov 2022 05:55 WIB
Gates menulis postingan blog yang menguraikan pendiriannya tentang transportasi masa depan dan tidak mungkin untuk truk bertenaga listrik. Tesla Semi berteknologi listrik. (Foto: Tesla.com)
Jakarta, CNN Indonesia --

CEO Tesla Elon Musk dan pendiri Microsoft Bill Gates kerap beradu argumen untuk menyampaikan pendapat tentang berbagai hal. Terbaru mereka mengungkap pandangannya mengenai truk berteknologi listrik.

Kembali pada 2020. Saat itu Gates menulis postingan blog yang menguraikan pendiriannya tentang transportasi masa depan.

Gates bilang ia mendukung kendaraan listrik, tetapi penggunaan baterai bukanlah solusi untuk kendaraan-kendaraan yang tugasnya berat seperti truk. Menurut Gates, bahan bakar alternatif terjangkau adalah carat epat untuk kendaraan berukuran besar hingga truk spesifikasi 18 roda.

"Masalahnya adalah baterainya besar dan berat. Semakin banyak beban yang Anda coba pindahkan, semakin banyak baterai yang Anda butuhkan untuk menggerakkan kendaraan," kata Gates mengutip Teslarati.

"Ya semakin banyak baterai yang Anda gunakan, semakin banyak bobot yang Anda tambahkan-dan semakin banyak daya yang Anda butuhkan," sambung Gates.

Ia kembali menekankan jika baterai bukan solusi buat kendaraan besar di masa mendatang.

"Bahkan dengan terobosan besar dalam teknologi baterai, kendaraan listrik mungkin tidak akan pernah menjadi solusi praktis untuk hal-hal seperti kendaraan roda 18, kapal kargo, dan jet penumpang. Listrik berfungsi saat Anda perlu menempuh jarak pendek, tetapi kami membutuhkan solusi berbeda untuk kendaraan berat dan jarak jauh," tulis Gates.

Elon Musk kemudian menanggapi kritik itu baru-baru ini dan menyebut Gates tidak tahu apa-apa soal industri mobil listrik melalui sebuah cuitan pada akun Twitter resminya.

Musk juga turut menawarkan Gates menjajal sendiri truk terbaru dari Tesla tersebut.

Tesla Semi merupakan produk terbaru dari Tesla yang akan menjalani pengiriman perdana ke konsumen pada Desember 2022.

Produk ini masuk ke dalam klasifikasi truk kelas berat dengan kemampuan membawa beban 36 ton. Truk ini juga disebut telah menyelesaikan perjalanan dengan jarak 804 km, mengutip Cnet.

[Gambas:Video CNN]



(ryh/mik)


[Gambas:Video CNN]
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER