Zat Aditif Oli Seperti Darah Dalam Mesin, Apa Fungsinya?

CNN Indonesia
Jumat, 02 Des 2022 08:07 WIB
Pelumas mesin dilengkapi berbagai zat aditif yang sudah disesuaikan untuk memaksimalkan fungsi melumasi mesin. Oli melumasi komponen logam dalam mesin kendaraan. (Foto: Istockphoto/serezniy)
Jakarta, CNN Indonesia --

Sering kali pemilik mengabaikan penggunaan oli mesin kendaraan dan tak sedikit ganti pelumas "asal" ingat saja. Hal ini jelas berefek buruk pada mesin.

Untuk diingat pelumas mesin dilengkapi berbagai zat aditif yang sudah disesuaikan untuk memaksimalkan fungsi melumasi mesin. Jadi, Anda jangan anggap enteng oli yang tidak sesuai mesin kendaraan dalam penggunaanya.

Zat aditif ini bekerja aktif melindungi "jeroan" mesin, dan tanpa zat-zat itu komponen logam mesin akan bekerja keras. Apa sih fungsi dari aditif pada oli mesin?

Aditif merupakan bahan kimia yang bisa meningkatkan kemampuan oli itu sendiri, menambahkan karakteristik dari bahan dasar oli, menetralkan karakteristik negatif dan memberikan karakteristik baru.

"Aditif pada oli itu bisa mencapai 30 persen dari jumlah total oli mesin, tapi digunakan dalam jumlah yang sangat spesifik. Misalkan oli kemasan 1 liter maka sekitar 300 ml adalah aditif. Tapi aditif ini tidak bisa terlalu banyak karena akan membuat fungsi oli jadi tidak maksimal dalam melumasi komponen mesin," jelas Brahma Putra Mahayana, Technical Specialist PT Pertamina Lubricants dalam keterangan resmi.

Pada oli mesin ada banyak jenis aditif yang terkandung di dalamnya, masing-masing aditif memiliki fungsi dan peran masing-masing sesuai jenis oli. Contohnya anti-oksidan yang berfungsi mencegah oksigen bereaksi dengan komponen di dalam oli mesin, dan mengurangi terbentuknya lumpur (sludge).

Ada juga aditif anti-wear yang akan menempel pada permukaan logam dan melindungi dari gesekan dengan komponen logam lainnya.

"Aditif anti-wear ini akan langsung bereaksi ketika bersentuhan dengan lapisan logam, membentuk lapisan film tipis yang lembut seperti sabun sehingga mengurangi friksi," tambah Brahma.

Lihat Juga :

Kemudian juga ada aditif viscosity index modifiers yang fungsinya meningkatkan viscosity index Pelumas, yaitu sebuah bilangan tanpa satuan yang menunjukan tingkat kestabilan viscosity Pelumas pada perbedaan suhu operasi.

Singkatnya saat suhu dingin oli masih tetap bisa mengalir dan saat suhu panas oli tidak menjadi terlalu encer sehingga masih memberikan lapisan perlindungan yang cukup.

"Oli mesin juga punya aditif deterjen yang fungsinya membersihkan mesin dari kotoran dan juga kerak sisa pembakaran, selain itu juga akan bereaksi dengan asam yang terbentuk di dalam mesin dan oli. Deterjen ini merupakan pondasi dari kandungan senyawa bersifat basa pada oli, ditunjukan pada angka total base oil itu sendiri," ungkap Brahma.

Ia juga menyarankan bagi setiap pemilik kendaraan untuk memperhatikan setiap interval penggantian sesuai dengan pemakaian kendaraan, karena seiring waktu akan ada penurunan terhadap fungsi pelumas.

"Itu sebabnya pabrikan kendaraan seperti mobil umumnya menyarankan penggantian oli setiap 10 ribu km atau dalam waktu 6 bulan, mana yg tercapa lebih dahulu" tutup Brahma.

[Gambas:Video CNN]



(mik/mik)
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER