EDUKASI DAN FITUR

Suhu Panas Ekstrem Jangan Parkir Kendaraan Listrik di Area Terbuka

CNN Indonesia
Rabu, 03 Mei 2023 07:43 WIB
Ilustrasi. Mobil listrik terbakar karena suhu panas ekstrem. (Antara/Muhammad Iqbal)
Jakarta, CNN Indonesia --

Pengamat otomotif dari Institut Teknologi Bandung (ITB) Yannes Martinus Pasaribu mengatakan menghindari parkir terbuka dalam jangka waktu yang lama membantu mencegah mobil terbakar.

Bagi pemilik kendaraan listrik, hal yang perlu diketahui adalah batas aman suhu baterai kendaraan listrik bervariasi tergantung model kendaraan listriknya. Pada umumnya, batas aman suhu baterai kendaraan listrik berada pada kisaran suhu di atas 45 derajat Celsius.

"Jika kendaraan listrik, seperti mobil dan sepeda motor listrik, terkena suhu yang sangat tinggi dan terpapar terik matahari secara langsung dalam waktu yang lama, maka suhu baterai dalam kendaraan dapat meningkat dan berpotensi melebihi ambang batas aman yang dapat mengakibatkan kerusakan pada baterai," kata Yannes dikutip dari Antara.

Jika suhu terus meningkat dan melampaui ambang batas yang aman, maka baterai dapat mengalami kegagalan termal yang serius dan berpotensi meledak atau meledak secara spontan.

"Meskipun tidak ada batas suhu pasti baterai kendaraan listrik dapat meledak, namun, suhu di atas 70 derajat Celsius atau lebih tinggi sudah termasuk suhu yang sangat tinggi dan berpotensi menyebabkan sel baterai mengalami kerusakan serius," ucap Yannes.

Selain itu pemilik mobil diminta untuk tidak menyimpan barang, benda atau bahan kimia yang mudah meledak di dalam kabin mobil yang terpapar panas tinggi, merupakan beberapa tindakan antisipatif mencegah risiko kebakaran pada kendaraan roda empat.

Dia mencontohkan kaleng aerosol dapat lebih mudah meledak pada suhu 60 derajat Celsius ke atas. Aerosol terdiri dari bahan-bahan yang mudah terbakar dan dalam bentuk tekanan tinggi sehingga dapat sangat sensitif terhadap suhu yang tinggi.

"Akibatnya (aerosol) dapat menyebabkan ledakan jika terpapar suhu yang terlalu tinggi," tutur Yannes.

Dia mengatakan pada suhu yang sangat tinggi, tekanan dalam kaleng aerosol dapat meningkat karena molekul-molekul bahan di dalamnya menjadi lebih aktif dan lebih cepat bergerak.

"Tekanan yang terlalu tinggi pada kaleng aerosol dapat menyebabkan kebocoran atau bahkan ledakan pada kaleng jika terpapar suhu yang terlalu tinggi," ucap Yannes.

Beberapa waktu belakangan beredar informasi mengenai adanya sejumlah kendaraan roda empat hangus terbakar diduga akibat terpapar cuaca panas ekstrem yang tengah terjadi di sejumlah negara termasuk Indonesia.

Badan Meteorologi Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebutkan dinamika atmosfer yang tidak biasa menjadi salah satu penyebab Indonesia mengalami suhu panas dalam beberapa hari terakhir. Suhu panas ekstrem melanda negara-negara Asia sepekan terakhir.

Meski Indonesia tidak mengalami gelombang panas, tetapi, suhu maksimum udara permukaan tergolong panas.

BMKG juga menyebutkan terdapat beberapa penyebab suhu panas di Indonesia di antaranya dinamika atmosfer yang tidak biasa dan suhu panas bulan April di wilayah Asia Selatan secara klimatologi dipengaruhi oleh gerak semu matahari.



(mik)


Saksikan Video di Bawah Ini:

VIDEO: Persaingan Kendaraan Listrik Niaga

KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK