Uji coba Yamaha Lexi LX 155 di Bali. (Arsip Yamaha)
Jakarta, CNN Indonesia --
Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) akhirnya resmi meluncurkan model terbaru dari keluarga Maxi pada awal 2024, yakni Lexi LX 155. Model itu sekaligus menjadi penyegaran bagi konsumen sejak Lexi terakhir diperkenalkan pada 2018 silam.
Yamaha Lexi LX 155 menjadi ramai diperbincangkan publik dalam beberapa bulan terakhir. Bukan hanya sekedar pembaruan tampilan, Lexi LX 155 juga mengalami peningkatan dari segi mesin, dari awalnya 125 cc menjadi 155 cc.
Lewat pembaruan tersebut, Lexi LX155 juga akan turut bersanding dengan keluarga Maxi Yamaha lainnya seperti Nmax yang juga sama-sama memiliki mesin 155 cc. Hal ini menjadikan seluruh keluarga Maxi Yamaha menyasar segmen 155 cc dan 250 cc saja.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menariknya meskipun mengalami peningkatan kapasitas mesin secara signifikan, tidak ada banyak perubahan dari segi dimensi ataupun bobot Lexi LX 155 dari pendahulunya.
Varian tertinggi Lexi LX 155 versi ABS Connected memiliki berat sebesar 118 kg atau hanya naik sebesar 4 kg ketimbang Lexi 125 versi ABS. Hal itu juga menjadikan Lexi LX 155 sebagai kendaraan yang paling ringan ketimbang Aerox 155 dengan berat 125 kg dan NMax 155 dengan berat 132 kg.
Dengan minimnya perubahan berat tersebut, jelas saja membuat unit Lexi LX 155 lebih bertenaga dan mampu berakselerasi dengan cepat. Berdasarkan data di atas kertas, Lexi LX 155 bahkan memiliki tenaga yang sama dengan Aerox 155 di angka 11,3 kW di 8.000 rpm.
Sementara dari segi torsi, Lexi LX 155 tercatat mampu mencapai 14,2 Nm di 6.500 rpm. Angka tersebut bahkan mampu mengungguli Aerox 155 yang hanya sebesar13,9 Nm di 6.500 Rpm.
CNNIndonesia.com merasakan dan menguji secara langsung performa dari mesin keluarga Maxi terbaru itu di wilayah Bali, Jumat (8/3) dan Sabtu (9/3). Pengujian dilakukan dengan melintasi tiga jenis jalan yang berbeda, mulai dari perkotaan, Tol Bali-Mandara, hingga perbukitan.
Pengujian pertama kali dilakukan dengan melintasi perkotaan dari Denpasar menuju Badung. Performa mesin Blue Core generasi terbaru yang disematkan pada Lexi LX 155 cc dirasa lebih dari cukup untuk melibas jalan perkotaan yang cenderung padat menjelang Hari Raya Nyepi di Bali.
Yamaha Lexi LX 155 mampu berakselerasi dengan mudah apabila sewaktu-waktu dibutuhkan untuk menyalip kendaraan khas gaya berkendara di perkotaan. Penggunaan ban yang tidak terlalu besar yakni dengan ban depan berukuran 90/90 dan ban belakang 100/90 juga membuat pengendara mudah bermanuver.
Selain itu fitur Stop and Start System (SSS) sangat bermanfaat bagi pengendara dalam kota yang kerap bertemu kemacetan. Fitur itu berfungsi mematikan mesin kendaraan dan mengurangi konsumsi bahan bakar yang tidak perlu ketika motor sedang dalam kondisi mesin idle.
Kendati demikian, ketika fitur SSS itu tengah berjalan, tidak ada lagi atau jeda yang terasa pada saat pengendara kembali memutar gas untuk memacu kendaraan.
Selanjutnya performa Lexi LX 155 juga dapat dirasakan secara optimal ketika melintasi Jalan Tol motor Bali-Mandara sepanjang 12,7 KM. Teknologi Variable Valve Actuation (VVA) membuat skutik jauh lebih bertenaga di setiap putaran mesin.
Performa tinggi dari skutik itu juga turut diimbangi oleh sistem rem cakram di bagian depan, tromol di bagian belakang yang cukup mumpuni untuk mengurangi kecepatan. Selain itu penggunaan suspensi depan teleskopik dan model suspensi double shock di bagian belakang juga semakin membuat nyaman pengendara.
Perpaduan faktor keduanya juga membuat pengendara cukup percaya diri meskipun harus melakukan manuver di kecepatan tinggi. Selain itu pemilihan ukuran ban juga membuat pengendara percaya diri saat berbelok pada kecepatan tinggi.
Sementara memasuki jalan perbukitan, Lexi terbaru sangat lincah dan sanggup meladeni keinginan pengendara.
Bobot yang ringan dari Lexi LX 155 juga semakin memudahkan handling ketika harus melewati tikungan tajam saat menanjak maupun menuruni perbukitan. Suspensi juga masih terasa nyaman ketika harus melewati jalan bergelombang.
Uji coba Yamaha Lexi LX 155 di Bali. (Arsip Yamaha)
Di sisi lain, Yamaha juga turut memberikan penyegaran terhadap model Lexi LX 155 dari segi tampilannya. Perubahan desain eksterior yang paling terlihat yakni lewat pemilihan model lampu terbaru yang menggunakan sistem LED.
Melalui jenis model lampu tersebut, Lexi LX 155 terlihat jauh lebih agresif sekaligus premium dengan adanya tambahan Blue Lense alias DRL yang mengapit bagian tengah lampu utama. Posisi lampu sein pada LEXi LX 155 juga turut diubah dengan diletakkan pada bagian sayap kiri dan kanan atas.
Tidak ketinggalan, spidometer yang digunakan pada skutik ini sudah digital. Pada varian Connected ABS dan S, spidometer digital itu bahkan memiliki fitur konektivitas yang bisa terhubung dengan ponsel melalui aplikasi Y-Connect.
Melalui fitur Y-Connect itu, pemilik kendaraan bakal mendapatkan pemberitahuan tentang perawatan berkala, malfungsi kendaraan, rata-rata konsumsi BBM, riwayat berkendara, notifikasi pesan dan telepon yang masuk, hingga lokasi parkir terakhir.
Yamaha juga turut menyematkan sistem kunci canggih tanpa anak kunci alias keyless yang dilengkapi fitur Answer Back System pada varian Connected ABS dan S untuk memudahkan mencari posisi motor saat diparkir.
Terakhir, Yamaha juga masih mempertahankan ciri khas terdahulu pada Lexi LX 155 yakni flat footboard atau ruang pijakan yang rata bagi pengemudi. Ciri khas tersebut membuat pengemudi memiliki ruang yang cukup luas dan nyaman saat berkendara.
Kenyamanan posisi berkendara juga didukung oleh desain jok baru yang lebih rendah dan ramping sehingga lebih nyaman dikendarai sendiri maupun berboncengan. Pelbagai fitur yang disematkan oleh Yamaha tersebut membuat Lexi LX 155 menjadi pilihan yang layak bagi konsumen yang membutuhkan kendaraan untuk penggunaan sehari-hari.
Jakarta, CNN Indonesia --
Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) akhirnya resmi meluncurkan model terbaru dari keluarga Maxi pada awal 2024, yakni Lexi LX 155. Model itu sekaligus menjadi penyegaran bagi konsumen sejak Lexi terakhir diperkenalkan pada 2018 silam.
Yamaha Lexi LX 155 menjadi ramai diperbincangkan publik dalam beberapa bulan terakhir. Bukan hanya sekedar pembaruan tampilan, Lexi LX 155 juga mengalami peningkatan dari segi mesin, dari awalnya 125 cc menjadi 155 cc.
Lewat pembaruan tersebut, Lexi LX155 juga akan turut bersanding dengan keluarga Maxi Yamaha lainnya seperti Nmax yang juga sama-sama memiliki mesin 155 cc. Hal ini menjadikan seluruh keluarga Maxi Yamaha menyasar segmen 155 cc dan 250 cc saja.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menariknya meskipun mengalami peningkatan kapasitas mesin secara signifikan, tidak ada banyak perubahan dari segi dimensi ataupun bobot Lexi LX 155 dari pendahulunya.
Varian tertinggi Lexi LX 155 versi ABS Connected memiliki berat sebesar 118 kg atau hanya naik sebesar 4 kg ketimbang Lexi 125 versi ABS. Hal itu juga menjadikan Lexi LX 155 sebagai kendaraan yang paling ringan ketimbang Aerox 155 dengan berat 125 kg dan NMax 155 dengan berat 132 kg.
Dengan minimnya perubahan berat tersebut, jelas saja membuat unit Lexi LX 155 lebih bertenaga dan mampu berakselerasi dengan cepat. Berdasarkan data di atas kertas, Lexi LX 155 bahkan memiliki tenaga yang sama dengan Aerox 155 di angka 11,3 kW di 8.000 rpm.
Sementara dari segi torsi, Lexi LX 155 tercatat mampu mencapai 14,2 Nm di 6.500 rpm. Angka tersebut bahkan mampu mengungguli Aerox 155 yang hanya sebesar13,9 Nm di 6.500 Rpm.
CNNIndonesia.com merasakan dan menguji secara langsung performa dari mesin keluarga Maxi terbaru itu di wilayah Bali, Jumat (8/3) dan Sabtu (9/3). Pengujian dilakukan dengan melintasi tiga jenis jalan yang berbeda, mulai dari perkotaan, Tol Bali-Mandara, hingga perbukitan.
Pengujian pertama kali dilakukan dengan melintasi perkotaan dari Denpasar menuju Badung. Performa mesin Blue Core generasi terbaru yang disematkan pada Lexi LX 155 cc dirasa lebih dari cukup untuk melibas jalan perkotaan yang cenderung padat menjelang Hari Raya Nyepi di Bali.
Yamaha Lexi LX 155 mampu berakselerasi dengan mudah apabila sewaktu-waktu dibutuhkan untuk menyalip kendaraan khas gaya berkendara di perkotaan. Penggunaan ban yang tidak terlalu besar yakni dengan ban depan berukuran 90/90 dan ban belakang 100/90 juga membuat pengendara mudah bermanuver.
Selain itu fitur Stop and Start System (SSS) sangat bermanfaat bagi pengendara dalam kota yang kerap bertemu kemacetan. Fitur itu berfungsi mematikan mesin kendaraan dan mengurangi konsumsi bahan bakar yang tidak perlu ketika motor sedang dalam kondisi mesin idle.
Kendati demikian, ketika fitur SSS itu tengah berjalan, tidak ada lagi atau jeda yang terasa pada saat pengendara kembali memutar gas untuk memacu kendaraan.
Rombongan penguji melintasi jalan Tol motor Bali-Mandara. (Arsip Yamaha)
Selanjutnya performa Lexi LX 155 juga dapat dirasakan secara optimal ketika melintasi Jalan Tol motor Bali-Mandara sepanjang 12,7 KM. Teknologi Variable Valve Actuation (VVA) membuat skutik jauh lebih bertenaga di setiap putaran mesin.
Performa tinggi dari skutik itu juga turut diimbangi oleh sistem rem cakram di bagian depan, tromol di bagian belakang yang cukup mumpuni untuk mengurangi kecepatan. Selain itu penggunaan suspensi depan teleskopik dan model suspensi double shock di bagian belakang juga semakin membuat nyaman pengendara.
Perpaduan faktor keduanya juga membuat pengendara cukup percaya diri meskipun harus melakukan manuver di kecepatan tinggi. Selain itu pemilihan ukuran ban juga membuat pengendara percaya diri saat berbelok pada kecepatan tinggi.
Sementara memasuki jalan perbukitan, Lexi terbaru sangat lincah dan sanggup meladeni keinginan pengendara.
Bobot yang ringan dari Lexi LX 155 juga semakin memudahkan handling ketika harus melewati tikungan tajam saat menanjak maupun menuruni perbukitan. Suspensi juga masih terasa nyaman ketika harus melewati jalan bergelombang.
Uji coba Yamaha Lexi LX 155 di Bali. (Arsip Yamaha)
Di sisi lain, Yamaha juga turut memberikan penyegaran terhadap model Lexi LX 155 dari segi tampilannya. Perubahan desain eksterior yang paling terlihat yakni lewat pemilihan model lampu terbaru yang menggunakan sistem LED.
Melalui jenis model lampu tersebut, Lexi LX 155 terlihat jauh lebih agresif sekaligus premium dengan adanya tambahan Blue Lense alias DRL yang mengapit bagian tengah lampu utama. Posisi lampu sein pada LEXi LX 155 juga turut diubah dengan diletakkan pada bagian sayap kiri dan kanan atas.
Tidak ketinggalan, spidometer yang digunakan pada skutik ini sudah digital. Pada varian Connected ABS dan S, spidometer digital itu bahkan memiliki fitur konektivitas yang bisa terhubung dengan ponsel melalui aplikasi Y-Connect.
Melalui fitur Y-Connect itu, pemilik kendaraan bakal mendapatkan pemberitahuan tentang perawatan berkala, malfungsi kendaraan, rata-rata konsumsi BBM, riwayat berkendara, notifikasi pesan dan telepon yang masuk, hingga lokasi parkir terakhir.
Yamaha juga turut menyematkan sistem kunci canggih tanpa anak kunci alias keyless yang dilengkapi fitur Answer Back System pada varian Connected ABS dan S untuk memudahkan mencari posisi motor saat diparkir.
Terakhir, Yamaha juga masih mempertahankan ciri khas terdahulu pada Lexi LX 155 yakni flat footboard atau ruang pijakan yang rata bagi pengemudi. Ciri khas tersebut membuat pengemudi memiliki ruang yang cukup luas dan nyaman saat berkendara.
Kenyamanan posisi berkendara juga didukung oleh desain jok baru yang lebih rendah dan ramping sehingga lebih nyaman dikendarai sendiri maupun berboncengan. Pelbagai fitur yang disematkan oleh Yamaha tersebut membuat Lexi LX 155 menjadi pilihan yang layak bagi konsumen yang membutuhkan kendaraan untuk penggunaan sehari-hari.