Test Drive Suzuki Fronx: Ini Sih Bahaya untuk Pesaing

CNN Indonesia
Jumat, 04 Jul 2025 17:30 WIB
Test Drive Suzuki Fronx: Ini Sih Bahaya untuk Pesaing
Interior Suzuki Fronx. CNN Indonesia/Muhammad Ikhsan

Kota Bandung, Jawa Barat dipilih untuk test drive Suzuki Fronx kali ini. CNNIndonesia mengawalinya mencari posisi duduk di kursi baris kedua. Joknya dibalut bahan lembut sehingga lebih nyaman untuk perjalanan jauh.

Untuk penumpang tinggi badan 168 sentimeter, rasanya masih akan menciptakan head room yang lega.

Selanjutnya ada rear AC vent yang terletak di belakang konsol tengah, sebuah fitur jamak di mobil-mobil modern lainnya agar penumpang belakang tidak kepanasan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Penggunaan Heartect yang dipakai oleh Suzuki Fronx juga membuktikan platform ini meningkatkan rigiditas dan membantu mengurangi kebisingan dan getaran. Alhasil menciptakan ruang kabin lebih tenang dan nyaman.

Suzuki mengeklaim platform Heartect dirancang dengan zona deformasi yang menyerap dan mengarahkan energi benturan menjauh dari penumpang. Kondisi ini disebut mampu memberikan perlindungan yang lebih baik saat mobil bertumbukan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selain itu, dengan bobot yang lebih ringan, platform Heartect diakui berkontribusi meningkatkan efisiensi bahan bakar. Heartect ini telah digunakan pada mobil-mobil Suzuki lainnya sebut saja, Ertiga, Ignis dan Baleno.

Dalam pembuatannya dibutuhkan material berjenis Hi-tensile Steel. Bahan ini menguntungkan dalam tahap pressing dan welding, karena bahannya dapat dibentuk sesuai kebutuhan.

Saya agak sedikit terganggu saat melewati jalan tidak mulus. Bantingan suspensi terasa agak keras, namun sepertinya gejala itu sudah disesuaikan untuk jenis kendaraan dan tergolong masih dalam batas wajar.

Yang menjadi catatan, interior harusnya juga lebih banyak port karena rebutan dengan penumpang lain untuk pengisian daya perangkat elektronik.



[Gambas:Video CNN]
Jakarta, CNN Indonesia --

Sejak awal sebelum waktu peluncurannya, CNNIndonesia sudah bisa memprediksi kalau Suzuki Fronx akan mengguncang segmen compact SUV dalam negeri. Terbukti Fronx berhasil menciptakan tren dan menjadi pusat perhatian di kelasnya, sebab Fronx punya keunikan tersendiri.

Di balik desainnya yang aduhai, Suzuki Fronx terbenam mesin bensin yakni K15B 1.500cc dan K15C 1.500cc Mild Hybrid. Mesinnya dikombinasikan pilihan transmisi 6 AT dan 4 AT. Konvensional ya bukan CVT, praktis berkendaranya lebih terasa nikmat apalagi saat "ditarik".

Sebelum membahas impresi berkendara, CNNIndonesia ingin membahas eksteriornya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Desain eksteriornya ringkas dan bergaya coupe yang enak dipandang. Secara umum eksteriornya sangat proposional, desainernya sukses menyuguhkan aura sporty dan mewah pada Fronx.

Wajahnya sudah menggunakan proyektor LED di bagian bumper dan berpadu DRL untuk mengejar kesan premium. Lampu LED juga bisa dilihat di bagian belakang.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Penampilannya kian sempurna karena penyematan pelek 16 inci dengan aksen hitam untuk varian SGX, dan dual-tone alloy wheel untuk varian di atasnya yakni GX serta GL.

Suzuki Fronx punya panjang 3.995 mm, lebar 1.755 mm dan tinggi 1.550 mm. Wheelbase-nya mencapai 2.520 mm.

Impresi Jadi Penumpang Suzuki Fronx

Interior Suzuki Fronx. CNN Indonesia/Muhammad Ikhsan

Kota Bandung, Jawa Barat dipilih untuk test drive Suzuki Fronx kali ini. CNNIndonesia mengawalinya mencari posisi duduk di kursi baris kedua. Joknya dibalut bahan lembut sehingga lebih nyaman untuk perjalanan jauh.

Untuk penumpang tinggi badan 168 sentimeter, rasanya masih akan menciptakan head room yang lega.

Selanjutnya ada rear AC vent yang terletak di belakang konsol tengah, sebuah fitur jamak di mobil-mobil modern lainnya agar penumpang belakang tidak kepanasan.

Penggunaan Heartect yang dipakai oleh Suzuki Fronx juga membuktikan platform ini meningkatkan rigiditas dan membantu mengurangi kebisingan dan getaran. Alhasil menciptakan ruang kabin lebih tenang dan nyaman.

Suzuki mengeklaim platform Heartect dirancang dengan zona deformasi yang menyerap dan mengarahkan energi benturan menjauh dari penumpang. Kondisi ini disebut mampu memberikan perlindungan yang lebih baik saat mobil bertumbukan.

Selain itu, dengan bobot yang lebih ringan, platform Heartect diakui berkontribusi meningkatkan efisiensi bahan bakar. Heartect ini telah digunakan pada mobil-mobil Suzuki lainnya sebut saja, Ertiga, Ignis dan Baleno.

Dalam pembuatannya dibutuhkan material berjenis Hi-tensile Steel. Bahan ini menguntungkan dalam tahap pressing dan welding, karena bahannya dapat dibentuk sesuai kebutuhan.

Saya agak sedikit terganggu saat melewati jalan tidak mulus. Bantingan suspensi terasa agak keras, namun sepertinya gejala itu sudah disesuaikan untuk jenis kendaraan dan tergolong masih dalam batas wajar.

Yang menjadi catatan, interior harusnya juga lebih banyak port karena rebutan dengan penumpang lain untuk pengisian daya perangkat elektronik.

Impresi Mengendarai Suzuki Fronx BACA HALAMAN BERIKUTNYA

HALAMAN:
1 2 3