Gaikindo Ungkap Penyebab Pasar Mobil Anjlok
Penjualan mobil baru di Indonesia mengalami penurunan dalam beberapa tahun terakhir. Penyebab penurunan penjualan mobil di Tanah Air di antaranya karena kondisi perekonomian.
Ketua Umum Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Putu Juli Ardika mengatakan kondisi ekonomi faktor utama masyarakat menghindari melakukan pembelian mobil baru.
"Yang pertama itu mungkin keadaan ekonomi," kata Putu Juli Ardika kepada CNBC Indonesia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Yang kedua itu memang di pembiayaan. Ya karena kan tujuh puluh persen lebih itu kan kendaraan bermotor itu kredit. Nah kalau pembiayaan ada permasalahan atau kurang kondusif dia mendukung itu, itu kan berdampak sekali," ucap Putu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, kebijakan opsen di berbagai wilayah sangat memengaruhi daya beli masyarakat terhadap kendaraan baru.
"Terus yang juga sedikit mengkhawatirkan adalah implementasi opsen. Ya di daerah opsen itu," tukasnya.
"Nah terus memang ada beberapa juga ya, beberapa juga kayak umpamanya impor kendaraan truk kayak gitu yang tidak pakai homologasi, yang digunakan di luar jalan raya itu kan, tapi semestinya kan pakai homologasi pakai itu," pungkas Putu.
Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), wholesales atau distribusi dari pabrik ke dealer periode Januari-November 2025 mencapai 710.084 unit.
Sementara itu, periode yang sama tahun lalu bisa sentuh angka 785.917 unit, atau terjadi penurunan sebesar 9,6 persen.
Selanjutnya, retail sales atau penjualan dari dealer ke konsumen mencapai 739.977 unit selama 11 bulan tahun ini. Sedangkan periode yang sama tahun lalu itu tembus 807.586 unit, ada turun 8,4 persen.
Berikut ini data wholesales 2021 - 2025 (Januari-November):
2021: 887.202 unit
2022: 1.048.040 unit
2023: 1.005.802 unit
2024: 865.723 unit
2025 (Jan-Nov): 710.084 unit.
[Gambas:Video CNN]

