China Larang Mobil Listrik Pakai Gagang Pintu Elektronik Mulai 2027

CNN Indonesia
Kamis, 08 Jan 2026 07:45 WIB
Mobil listrik mulai 2027 di China wajib punya sistem gagang pintu mekanis di bagian luar dan dalam. (iStockphoto)
Jakarta, CNN Indonesia --

China akan melarang penggunaan gagang pintu tersembunyi, yang sekarang banyak dipakai di mobil listrik, mulai 2027. Otoritas setempat menilai gagang pintu dengan pengoperasian dibantu sistem elektronik itu tak memenuhi standarisasi keselamatan, terlebih saat mobil terlibat kecelakaan.

Gagang pintu elektrik yang dapat masuk ke bodi sebelumnya identik dengan kehadiran mobil modern. Namun, keputusan melarang penggunaannya didasari kemunculan pola mengkhawatirkan kecelakaan fatal, di mana penumpang maupun tim penyelamat tidak dapat membuka pintu mobil usai tabrakan.

Di bawah aturan baru, semua kendaraan diwajibkan memiliki gagang pintu bagian dalam dan luar dengan mekanisme pembuka mekanis, sehingga pintu tetap bisa dibuka meskipun listrik mati atau kendaraan mengalami kerusakan parah.

Pada pertengahan Desember 2025, Kementerian Perindustrian dan Teknologi Informasi China telah memasukkan usulan ini ke dalam rancangan regulasi baru. Aturan ini mewajibkan semua mobil penumpang dengan berat di bawah 3,5 ton menggunakan gagang pintu yang tetap berfungsi secara mekanis usai kecelakaan.

Kebijakan ini disambut baik oleh petugas penyelamat, yang selama ini semakin kesulitan mengevakuasi penumpang dari mobil listrik modern setelah terjadi tabrakan, mengutip Auto Express.

Gagang pintu elektrik

Gagang pintu elektrik yang dapat keluar-masuk, seperti digunakan di mobil listrik Tesla dan BYD, telah menjadi simbol desain EV modern di China. Daya tarik utamanya berasal dari efisiensi aerodinamika, yang membantu produsen mendapatkan peningkatan jarak tempuh walau sangat kecil.

Namun, sejak 2024, keluhan terhadap gagang pintu ini semakin meningkat. Selain sulit berfungsi setelah kecelakaan, sistem ini juga kerap bermasalah di cuaca dingin.

Beberapa kecelakaan besar yang melibatkan gagang pintu retractable juga telah terjadi. Pada 13 Oktober, seluruh penumpang sebuah mobil tewas dalam kecelakaan di Chengdu karena saksi tidak dapat membuka pintu kendaraan.

Tiga orang lainnya tewas dalam kecelakaan terpisah di kota Tongling. Sixth Tone melaporkan kedua insiden tersebut melibatkan Xiaomi SU7 Ultra.

"Bagian dalam pintu menggunakan tombol, yang tidak bisa membuka kunci secara elektrik setelah aliran listrik terputus. Gagang pintu mekanis di dalam SU7 tidak terlihat oleh penumpang. Bahkan jika petugas penyelamat memecahkan kaca, mereka tetap tidak bisa menjangkaunya," ujar sumber yang mengetahui kasus tersebut kepada The Paper, melansir Carscoops.

Sebelumnya, isu pelarangan gagang pintu jenis ini telah dibicarakan sejak September. Meski produsen sering mengklaim bahwa gagang pintu rata meningkatkan efisiensi.

Padahal penggunaan gagang pintu jenis ini hanya berpengaruh sedikit, atau pengurangan hambatan udara hanya sekitar 0,005 hingga 0,01 pada koefisien drag, yang berarti penghematan sekitar 0,6 kWh per 100 kilometer.

Di satu sisi, larangan di China mungkin bakal berdampak global sebab penyesuaian pada unit ekspor.

(ryh/fea)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK