PLN: Konsumsi Listrik SPKLU Naik 479 Persen Selama Nataru 2025/2026

CNN Indonesia
Kamis, 08 Jan 2026 19:00 WIB
PT PLN mencatat lonjakan konsumsi energi listrik di SPKLU selama Nataru 2025/2026, meningkat 479% dari tahun sebelumnya, mendukung mobilitas kendaraan listrik.
Ilustrasi. PT PLN mencatat lonjakan konsumsi energi listrik di SPKLU selama Nataru 2025/2026, meningkat 479% dari tahun sebelumnya, mendukung mobilitas kendaraan listrik. (Foto: ANTARA FOTO/Yudi Manar)
Jakarta, CNN Indonesia --

PT PLN (Persero) mencatat konsumsi listrik di Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) sepanjang periode Siaga Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru) melonjak 479 persen dari periode yang sama tahun sebelumnya.

Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo mengatakan ada perubahan pola penggunaan kendaraan listrik oleh masyarakat berdasarkan lonjakan pengisian daya selama periode Nataru itu.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Pada periode Natal dan Tahun Baru, ketika mobilitas masyarakat meningkat, kendaraan listrik mulai dimanfaatkan tidak hanya untuk perjalanan jarak dekat, tetapi juga untuk perjalanan jarak jauh lintas wilayah, termasuk mudik dan liburan," kata Darmawan dalam keterangan tertulisnya, melansir Antara, Rabu (7/1).

Total energi listrik yang tersalurkan untuk pengisian daya kendaraan listrik di SPKLU mencapai 5.619 megawatt hour (MWh) selama periode Siaga Nataru 2025/2026 yang berlangsung dari 15 Desember 2025 hingga 5 Januari 2026.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Angka ini jauh lebih tinggi dari periode Nataru 2024/2025 dengan total energi listrik tersalurkan sebesar 1.174 MWh. Jika ditaksir, peningkatan ini menembus angka 479 persen.

Dari sisi frekuensi, aktivitas pengisian daya tercatat sebanyak 234.136 kali, meningkat 485 persen dari periode sebelumnya sebanyak 48.254 kali.

Menurut Darmawan, kondisi ini memungkinkan melihat kesiapan layanan pengisian daya di berbagai wilayah Indonesia selama periode Nataru.

"Jaringan SPKLU yang tersebar di berbagai wilayah digunakan untuk melayani kebutuhan pengisian daya selama periode Nataru," tuturnya.

Keandalan layanan pengisian daya selama periode Nataru juga ditopang oleh kesiapsiagaan infrastruktur dan tenaga kerja.

PT PLN menyiagakan 4.648 unit SPKLU dengan dukungan 5.190 tenaga kerja di seluruh Indonesia.

Khusus jalur utama Sumatra-Jawa-Bali, PLN mengoperasikan 1.515 unit SPKLU. Jumlah ini meningkat hingga tiga kali lipat dari periode Nataru tahun sebelumnya.

"Kesiapan infrastruktur ini membantu mendukung mobilitas masyarakat pengguna kendaraan listrik di tengah kepadatan perjalanan," ujar Darmawan.

Selain penguatan infrastruktur fisik, PT PLN menyediakan dukungan operasional selama periode Nataru lewat layanan digital dari aplikasi PLN Mobile.

Pengguna kendaraan listrik dapat mengakses Trip Planner untuk mempertimbangkan jarak tempuh dan lokasi SPKLU. Sementara itu, fitur AntreEV membantu mengatur antrean pengisian daya agar layanan tetap tertib ketika sedang ramai.

"Seiring dengan ekosistem EV yang terus bertumbuh, kami akan terus meningkatkan kesiapan layanan pengisian kendaraan listrik melalui penguatan infrastruktur dan layanan pendukung di berbagai wilayah," pungkas Darmawan.

(iqb/dmi)


[Gambas:Video CNN]