Uni Eropa Rilis Aturan Atasi Banjir Mobil Listrik Murah dari China

CNN Indonesia
Selasa, 13 Jan 2026 13:30 WIB
Ilustrasi. Uni Eropa merilis dokumen panduan yang mengatur harga mobil listrik China yang dianggap bisa murah karena subsidi pemerintah China. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia --

Uni Eropa resmi merilis 'dokumen panduan' Senin (12/1) yang mengatur produsen mobil listrik China dalam menentukan harga mobil listrik di wilayahnya, termasuk harga impor minimum.

Aturan ini berlaku setelah hubungan keduanya memanas imbas Uni Eropa menetapkan tarif sebesar 7,8 persen hingga 35,3 persen untuk impor mobil listrik asal China. Uni Eropa menilai harga murah mobil listrik produsen China yang didorong subsidi pemerintah mereka mengancam produsen otomotif Eropa.

Juru bicara Komisi Eropa Olof Gill mengatakan pasar Eropa terbuka untuk kendaraan listrik dari seluruh dunia asalkan mereka datang ke sini dengan persaingan yang adil.

"Jika kondisi tersebut terpenuhi, maka kita dapat mempertimbangkan komitmen harga secara serius," kata Gill, seperti dikutip dari Nikkei Asia.

Penetapan harga impor minimum diharapkan menjadi solusi untuk menutup dampak buruk subsidi pemerintah China bagi Eropa.

Sebelumnya, European Automobile Manufacturers' Association (ACEA) dan S&P Global Mobility mencatat mobil buatan China telah menyumbang 6 persen penjualan di Uni Eropa pada kuartal pertama 2025. Pangsa pasar ini naik dari periode yang sama tahun sebelumnya di angka 5 persen.

Kenaikan ini terjadi seiring harga murah mobil listrik China di pasar Eropa. Harga murah menjadi mungkin sebab subsidi yang diberlakukan pemerintah China mampu menekan biaya produksi mobil listriknya.

Setelah aturan terbaru berlaku, komisi Eropa akan memastikan penawaran harga dari produsen China ditindaklanjuti secara objektif tanpa diskriminasi sesuai aturan World Trade Organization (WTO). Adapun rencana investasi produsen mobil listrik China di Eropa di masa mendatang juga turut dipertimbangkan.

Di sisi lain, pemerintah China justru menyambut baik langkah Uni Eropa dan menilai aturan itu dapat mempererat hubungan dagang antara keduanya. Kamar Dagang China untuk Uni Eropa juga menyatakan aturan ini dapat meredakan ketegangan.

Meski begitu, analis S&P Global Ratings Stephen Chan mengatakan ada kemungkinan permintaan dapat melemah jika harga minimum mobil listrik China terlalu mendekati harga mobil listrik buatan Eropa.

Ekonom senior dari Dutch bank ING yang berfokus pada transportasi, logistik, dan industri otomotif, Rico Luman, mengatakan harga minimum akan memberikan keringanan bagi produsen China untuk melakukan ekspor dalam jangka panjang tanpa harus terkena tarif impor yang lebih tinggi.

"Saya yakin penetrasi merek-merek China akan terus berlanjut," jelas Rico.

Konsultan AlixPartner memperkirakan pangsa pasar produsen otomotif China dapat menembus 10 persen di 2030 mendatang.

(iqb/fea)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK